Tampilkan postingan dengan label Adiwiyata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adiwiyata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Juni 2021

Memanen Pohon Tomat di Rumah

Memanen Pohon Tomat di Rumah



Menyayangi ciptaan Allah adalah salahsatu kewajiban kita sebagai muslim. Tumbuhan dan hewan adalah makhluk Allah yang sepatutnya juga mendapatkan kasih sayang dari kita sebagai manusia. Mengajarkan anak untuk menyayangi ciptaanNya adalah hal yang hendaknya dikenalkan sejak kecil agar rasa kasih sayang dapat tumbuh dalam diri anak.

Di pembelajaran Basa Sunda dan Lingkungan, para peserta didik diberikan proyek menanam tomat dari benih. Para peserta didik diberikan benih dan juga tayangan cara menanam dengan benar. Proyek ini bertujuan untuk menanamkan rasa kasih sayang kepada tumbuhan dari awal menanam, merawat, dan apabila ia merawat dengan baik maka akan mendapatkan hasilnya yaitu memanen hasil buah tomat.

Dalam proyek ini melatih kesabaran peserta didik. Kesabaran untuk menanti benihnya tumbuh menjadi kecambah kemudian menjadi pohon. Proyek ini menuntut sikap rajin peserta didik untuk konsisten menyiram tanamannya agar dapat tumbuh subur dan jangan sampai layu atau mati. Proyek ini juga membutuhkan rasa kasih sayang para peserta didik karena apabila tanamannya disayangi maka tanamannya akan dirawat dengan sepenuh hati.

Peserta didik pun menyampaikan perasaannya saat menyaksikan pohon tomatnya tumbuh. “Yasin seneng banget punya pohon yg ditanam dari biji, skrg dah tumbuh.” Ucap Yasin kelas II SD Juara Bandung. Hal yang sama diungkapkan oleh Fatih kelas 1A bahwa ia juga senang bisa melihat pohon tomatnya tumbuh dan berbuah. Hal itu juga dapat terjadi berkat kerjasama dengan orangtua yang membantu merawat dengan memberi pupuk dari sisa sampah organik sehingga pohon Fatih bisa tumbuh subur hingga berbuah.
Membuat Kreasi Hiasan Sederhana dari Kertas Bekas

Membuat Kreasi Hiasan Sederhana dari Kertas Bekas


Sampah kertas merupakan salahsatu jenis sampah yang sering kita temui di sekitar kita. Sampah kertas berada di peringkat ke-3 yaitu sebanyak 9% setelah sampah plastik dari total sampah yang dihasilkan oleh manusia setiap harinya. Sampah ini jika tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan masalah-masalah yang buruk di kemudian hari. 

Dalam pembelajaran Basa Sunda dan Lingkungan di SD Juara Bandung mencoba mengenalkan cara mengelola sampah. Salahsatunya pada pembelajaran kali ini para peserta didik diajarkan cara mengelola sampah kertas dengan metode sederhana yaitu dengan membuat kreasi hiasan. Para peserta didik diminta untuk menyediakan kertas bekas, gunting, dan alat warna untuk alat dan bahannya. 

Pertama-tama kertas dilipat menjadi dua bagian, kemudian lipat lagi hingga menjadi empat bagian. Kedua, setelah dilipat salahsatu sisi kertas tersebut digambar sesuai yang telah dicontohkan. Ketiga, kertas yang sudah digambar lalu digunting. Jadilah sebuah bentuk yang apabila ditarik ujung-ujungnya akan menjadi barisan bentuk yang telah digunting. Para peserta didik bisa menambahkan gambar emotikon senyum, marah, menangis, atau bentuk emotikon lainnya.

Semua tahapan diberikan contohnya dan dilakukan secara bersama-sama antara guru dan peserta didik. Karena masih dalam masa pandemi pembelajaran dilakukan via aplikasi zoom meeting. Walaupun tidak bisa seoptimal pembelajaran tatap muka langsung, tetapi para peserta didik berusaha sebaik mungkin sehingga bisa mengikuti instruksi dengan tuntas. Setelah pembelajaran selesai, para peserta didik merasa senang karena bisa membuat karya dengan tangannya sendiri.

Kamis, 10 Juni 2021

Belajar Merawat Ciptaan Allah dengan Menanam Tomat

Belajar Merawat Ciptaan Allah dengan Menanam Tomat


Mengenalkan ciptaan Allah kepada anak merupakan sebuah kewajiban. Hal tersebut merupakan salahsatu jalan untuk mengenalkan bahwa Allah adalah Maha Pencipta. Tumbuhan adalah salahsatu makhluk Allah yang diciptakan memiliki banyak manfaat. Pada pembelajaran Basa Sunda dan Lingkungan semester ini di SD Juara Bandung para peserta didik diberikan proyek untuk menanam tomat dari bibitnya.
 
Pada tahap awal para peserta didik merendam bibit tomat yang telah diberikan selama 6 jam. Setelah bibit direndam bibit diambil dan disimpan pada kain yang sudah dibasahi lalu dilipat dan didiamkan selama 3 hari. Setelah 3 hari bibit mulai tumbuh kecambah. Kecambah tersebut dipindahkan ke media tanam. Disini agar mempermudah peserta didik media yang diminta hanya tanah saja yang telah dicampur pupuk. Bibit atau benih yang sudah mulai tumbuh kecambah tadi dimasukan satu persatu ke wadah yang telah diisi tanah.
 
Para peserta didik diminta untuk melakukan prosesnya tahapan demi tahapan dengan baik, kemudian merawat pohon tomatnya dengan disiram, disimpan di tempat yang terkena sinar matahari yang cukup. Peserta didik selain diajarkan untuk melakukan hal secara sistematis, juga diajarkan untuk sabar ketika merawat pohon tomat miliknya. Yang tidak kalah penting, peserta didik jadi belajar dan menyaksikan langsung bagaimana Maha Kuasa Allah menumbuhkan pohon tomat dari bibit hingga tumbuh besar dan berbuah. Diharapkan para peserta didik semakin mengagungkan Allah lewat ciptaannya.



Rabu, 10 Maret 2021

Anak SD Juara Bandung Belajar Bercocok Tanam di Rumah

Anak SD Juara Bandung Belajar Bercocok Tanam di Rumah

Di masa pandemi seperti ini, tentunya kita sangat dianjurkan untuk tetap di rumah saja. Seperti halnya dalam sektor pendidikan. Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan memutuskan untuk menyelenggarakan Pembelajaran Jarak Jauh selama pandemi ini guna menekan angka penyebaran virus.

Di SD Juara Bandung kami menyelenggarakan pembelajaran dengan jarak jauh seperti yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Namun, walaupun dengan jarak jauh dan daring kami ingin mencoba membuat pembelajaran sama menyenangkannya dengan tatap muka langsung.

Salahsatunya adalah dengan kegiatan proyek berkebun di rumah. Para peserta didik diberikan bibit tomat beserta tutorialnya. Berkebun adalah salahsatu kegiatan penyegaran yang sedang banyak diminati saat ini. Karena kegiatannya langsung bersentuhan dengan alam maka tidak sedikit orang memilih kegiatan ini menjadi hobi.

Untuk kelas atas peserta didik diajarkan untuk menanam tomat langsung dari bijinya. Dalam proyek ini diharapkan para peserta didik mempunyai hobi baru ditengah diamnya mereka di rumah dikarenakan pandemi ini. Selain itu, peserta didik juga dapat mempelajari bagaimana merawat tumbuhan juga melihat langsung bagaimana Kuasa Allah dalam menumbuhkan tanaman tomat yang selama ini kita makan.

Kamis, 19 November 2020

Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) yang Aplikatif

Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) yang Aplikatif


Pembelajaran ‘Pengenalan Lingkungan Hidup’ bagi peserta didik kelas IV SD Juara Bandung ini melatih peserta didik mengenal jenis dan nama-nama tanaman di sekitar rumah.

Kegiatan peserta didik kelas IV mengamati berbagai tumbuhan yang ada di sekitar rumahnya, dan mencari informasi tentang nama-nama dan manfaatnya. Pembelajaran keterampilan hidup (life skill) merupakan pembelajaran untuk memiliki sikap menghargai terhadap suatu hasil pekerjaan yang telah dilakukan. Selain itu program keterampilan juga berguna untuk melatih kemandirian, bersosialisasi, dan emosional diri peserta didik. Program pembelajaran keterampilan dirancang dengan menyesuaikan kemampuan, kebutuhan, dan potensi yang dimiliki peserta didik. Sehingga nantinya peserta didik mampu mengikuti pembelajaran keterampilan yang diberikan.

Tujuan diadakannya pembelajaran ‘Pengenalan Lingkungan Hidup’ untuk memberikan bekal keterampilan hidup bagi peserta didik, mampu menambah wawasan mengenai pembelajaran keterampilan hidup bagi peserta didik, memberikan ide dan informasi yang bermanfaat bagi peserta didik.
Semoga dengan adanya pembelajaran ini peserta didik menambah wawasan mengenai pembelajaran keterampilan hidup bagi peserta didik, dan peserta didik mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam hidupnya sehari-hari.