Tampilkan postingan dengan label Success Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Success Story. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Mei 2021

Ilyas Pemenang Juara satu lomba MHQ Negla-Q Sekota Bandung

Ilyas Pemenang Juara satu lomba MHQ Negla-Q Sekota Bandung


Tahun ajaran 2020-2021 sebentar lagi akan berakhir sudah satu tahun lebih pembelajaran dilakukan secara daring karena Pandemi covid 19 ini belum juga berakhir. Masa pandemi bukan berarti menyurutkan para siswa SD Juara Bandung patah semangat untuk belajar dan berprestasi.

Khususnya pembelajaran Al-Qur’an yang dikenal dengan TTQ (tilawah,Tahfidz Qur’an) di SD Juara Bandung selama masa pandemic ini berjalan seperti tidak terpengaruh dengan keadaan slah satunya adalah Ananda Muhammad Royyan Ilyas Nurohman yang sehari-hari ia dipanggil oleh teman-teman dan Para guru disekolah dengan panggilan Ilyas.

Ananda Muhammad Royyan Ilyas Nurohman adalah siswa kelas 6 yang bisa disebut multi talent ia pernah menjuarai dalam bidang Olahraga khususnya Pencak silat ia pun secara akademis termasuk anak yang berprestasi dikelasnya. Dalam Pembelajaran Al-Qur’an Ananda Ilyas alhamdulillaah sudah bisa membaca Al-Qur’an dengan tartil dan hafalannya pun sudah bisa melampaui target minimal sekolah satu juz.Ananda  Ilyas sudah bisa menghafal tidak kurang dari empat Juz dari 30 Juz Al-Qur’an yaitu juz 30,29, 28, 27 dan sekarang sedang berusaha menghapal juz 26 yang sekarang sudah sampai pada surat Al-Qital atau surat Muhammad.

Tak heran ketika Ilyas ditawari untuk ikut Lomba MHQ (Musabaqoh Hifdzil Qur’an) Juz 30 untuk tingkat SD da sederajat se-kota Bandung yang diadakan oleh SD Negla Ilyas tak Ragu-ragu untuk mengikuti ajang lomba tersebut. Ilyas sebelum mengikuti lomba Ananda Ilyas giat berlatih dengan cara muraja’ah lagi juz 30 nya yang sudah ia hafal.

Alhamdulillah ilyas bisa masuk ke babak pinal dan mampu meraih  juara pertama  lomba Musabaqoh Hifdzil Qur’an sekota Bandung dan berhak mendapat hadiah uang Pembinaan Satu juta rupiah.
Alhamdulillaah semoga saja Ananda Ilyas menjadi seorang yang Hafidz qur’an dan tercapai apa yang menjadi cita-citanya dan senantiasa mendapatkan perlindungan dan keberkahan dari Allah yang Maha Kuasa. aamiin

Kamis, 27 Februari 2020

Bintang Kelas 3 SD Juara Bandung

Bintang Kelas 3 SD Juara Bandung



Haiii… Assalamu’alaikum.  Waaaahh, kali ini pembelajaran di kelas 3 sedikit berbeda dari biasanya lho. Ada apa yaaa?? Jadi di semester 2 ini, bagi anak-anak kelas 3 yang sudah selesai mengerjakan tugasnya, melakukan pembiasaan di Buku Kompak, melakukan pembiasaan di sekolah dengan benar, setoran hafalan,  tidak melanggar aturan di kelas dan di sekolah, berani tampil dikelas, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya, maka berhak mendapatkan bintang. Dan dengan adanya bintang kelas ini anak-anak semakin bersemangat untuk mendapatkan bintang. Karena nanti di setiap akhir bulannya anak-anak akan menghitung dan mengumpulkan bintang yang sudah diperolehnya. Siapa yang paling banyak mendapatkan bintang, maka dia berhak untuk  menukarkan bintang dengan hadiah yang sudah disediakan wali kelas.

Di akhir bulan Januari ini semua anak bertanya-tanya dan penasaran, “Bu… Siapa yang paling banyak dapet bintang?”, “Bu.. siapa yang dapet hadiah?, “Bu.. hadiahnya apa? Daaaaaannnn… yang berhasil memperoleh dan mengumpulkan bintang terbanyak adalah Favian, Sasikirana dan Azkia. Yeaaaaaayyy…. Selamaaatt!!! Semoga hadiahnya bermanfaat. Dan menjadi motivasi untuk teman-teman yang lain.



Kamis, 26 September 2019

Senyum Manis Zidny Karima, Anak Kelas 3 SD Juara Bandung

Senyum Manis Zidny Karima, Anak Kelas 3 SD Juara Bandung


Anak cantik ini bernama Zidny Karima, teman-teman biasa memanggilnya Zidny. Zidny merupakan anak dari Ayah Indra Purnama dan Ibu Novi Aryanti Sari. Saat ini Zidny tinggal bersama Kakek Neneknya yang beralamat di Taman Cipadung Indah yang tidak jauh dari SD Juara Bandung tempat Zidny bersekolah. Dalam kesehariannya Zidny merupakan anak yang ramah, periang, mudah bergaul, mudah dalam memahami pelajaran, peduli terhadap teman dan tentunya Zidny mempunyai senyuman yang sangat manis.

Alhamdulillah, di Bulan September ini Zidny mendapatkan penghargaan sebagai Siswa Terbaik di kelas tiga. Tentu saja, ini dibuktikan karena Zidny sudah bisa dan biasa melakukan kegiatan program Sekolah dengan baik. Zidny juga merupakan anak yang mandiri, ia sudah terbiasa bangun pagi, terbiasa mencuci piring sendiri setelah makan, sholat 5 waktu dan mengaji yang tidak pernah ia tinggalkan. Salah satu hobi anak cantik ini adalah menggambar, dan Zidny bercita – cita ingin menjadi seorang guru. Dan satu lagi keinginannya adalah naik haji. Masya Allah.. mari kita doakan semoga Allah mudahkan segala cita-cita, harapan dan keingian Zidny.

Kamis, 28 Maret 2019

Syafiq, Anak Kelas 4 SD Juara Bandung yang Senang Bergaul

Syafiq, Anak Kelas 4 SD Juara Bandung yang Senang Bergaul


Namanya Muhammad Sabqi Syafiq, teman-teman di kelasnya biasa memanggil  Syafiq, walaupun termasuk murid baru di kelas 4 namun syafiq tidak canggung dalam berinteraksi dengan teman-teman sekelasnya.

Ketika panggung  kabisa edisi Jum’at 15 Maret 2019 kemarin kelas 4 SD Juara Bandung  menampilkan drama tentang kisah Muhammad Al- fatih, Sang Pembebas konstantinopel, ternyata pencetus ide dan penulis naskahnya adalah Muhammad Sabqi Syafiq. Luar biasa walaupun baru kelas empat  ia sudah bisa memberikan insfirasi pada teman-temannya dengan menampilkan drama yang didasarkan atas buku yang di bacanya.

Pada hari Carees day ia pun mendapat juara kostum terbaik dikelasnya ia berpenampilan seperti pangeran dipenogoro, pakaian yang ia kenakan menunjukan cita-cita yang ingin ia wujudkan Syafiq ingin jadi seorang ulama besar, karena menurutnya Ulama itu memiliki peran yang sangat mulia, mengajak manusia agar dekat dengan Allah, dan mengajak manusia untuk masuk surga.
Semoga saja cita-cita Syafiq dikabulkan Allah dan dipermudah jalannya untuk meraihnya. Aamiin

Selasa, 26 Maret 2019

RAIHAN, SANG BINTANG LAPANGAN

RAIHAN, SANG BINTANG LAPANGAN


Oleh : Nurliya Dwi Primawanti, S.T

Every Child deserves a champion (Rita Pierson). Ya, setiap anak layak dan berhak menjadi juara. Juara di bidang apapun. Dengan jalan dan caranya sendiri. Juara bukanlah melulu berkaitan dengan bidang akademik. Semua anak adalah unik. Mereka membawa bakat dan kelebihan masing-masing dalam dirinya. Mereka bisa menjadi juara di bidang akademik, seni, sosial, spiritual, juga olahraga. Tentunya untuk menjadi juara bukanlah hal yang mudah. Butuh mimpi, usaha, kerja keras yang tanpa henti, dan do’a tentunya.

Raihan Akmal Firdaus, akrab dipanggil Raihan. Sosoknya ramah dan santun. Ia adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Ayah Raihan, Bapak Khasbullah bekerja sebagai buruh. Sementara ibunya, ibu Rohayati adalah seorang ibu rumah tangga. Raihan adalah salah satu anak juara yang juga unik. Ia bersinar dibidang yang dipilihnya sendiri sesuai dengan hobinya. Raihan adalah bintang lapangan SD Juara Bandung.

Raihan sangat suka sekali bermain bola. Setiap hari di sela-sela kegiatan di sekolah maupun di rumah tak pernah lepas bercengkrama dengan si kulit bundar. Seperti sudah mendarah daging, buatnya bermain bola adalah kegiatan yang tidak bisa ia tinggalkan. Di awali dari hobi, akhirnya membuat Raihan mulai berpikir untuk berlatih lebih serius. Di sekolah, ia termasuk dalam tim inti Futsal SD Juara Bandung. Setiap jam ekskul dan olahraga ia berlatih bersama teman-temannya dibawah bimbingan guru dan pelatih ekskul futsal.

Seiring waktu, bakat yang dimiliki Raihan semakin terasah. Alhamdulillah datang tawaran untuk Raihan bergabung dengan salah satu sekolah sepak bola untuk anak, Bandung Pro. Ia mendapat keringanan dalam pembiayaannya. Di Klub tersebut Raihan semakin terampil memainkan si kulit bundar. Berbagai macam kompetisi sudah ia ikuti. Baik bersama tim dari SD Juara Bandung maupun bersama tim Bandung Pro. Dari kejuaraan yang pernah diikutinya, Raihan bersama tim berhasil memperoleh juara. Antara lain Kompetisi futsal di Al-Irsyad Satya Islamic School tahun 2018 mendapat juara II, selain itu pernah juga mengikuti kompetisi futsal di SMP Sains Al-Biruni tahun 2018 dan mendapat juara II.

Seringnya mengikuti kompetisi, membuat beberapa sekolah bola memperhatikan bakat Raihan. Bahkan sempat ada tawaran untuk mengikuti pelatihan sepak bola di Brunei Darussalam, gratis. Namun tawaran ini belum bisa dipenuhi karena belum mendapatkan ijin. Raihan tidak kecewa dan putus asa. Ia terus serius berlatih. Alhamdulillah, kesempatan Raihan untuk mengasah kemampuan sepak bolanya dengan bermain di luar negeri tercapai. Awal Maret 2019 lalu, Raihan beserta Tim Bandung Pro mengikuti “Champion Kuala Lumpur Cup” di Malaysia. Di situ ia bertemu dengan tim sepak bola anak-anak dari berbagai negara. Ada Malaysia, Singapura, Indonesia, Jepang, India. Kerja keras Raihan sebagai Kapten bersama teman-teman satu timnya membuahkan hasil. Mereka berhasil memperoleh juara 1. Pulang kembali ke tanah air dengan membawa harum nama Indonesia. Masyaallah, sungguh luar biasa perjuangannya sampai bisa di titik ini.

Saat pulang dan kembali lagi ke sekolah, Raihan banyak bercerita tentang pengalamannya. Mulai dari rasanya naik pesawat, pergi ke luar negeri, dan tentunya pengalaman seru selama pertandingan, bagaimana ia bersama tim harus berjuang mengalahkan tim sepak bola dari berbagai negara. Dalam 1 hari ia bisa bermain sampai 6 kali pertandingan.

Tak ada jalan yang mudah untuk meraih kesuksesan. Raihan sudah tahu itu. Ia tak kenal lelah untuk berlatih. Bahkan ia menyampaikan bahwa sebentar lagi akan ada kompetisi di Bandung, di mana nanti yang menang akan dikirim ke China. Bismillah, Insyaallah dengan kerja keras dan do’a semoga impiannya terkabul.

Raihan berharap ia bisa menjadi pemain sepak bola profesional. Berprestasi hingga keluar negeri. Ia ingin mengharumkan nama Indonesia, dan yang pasti ia ingin orang tuanya bangga dengan prestasi yang dicapainya. Dengan ijin Allah, Raihan akan semakin bersinar menjadi bintang lapangan sholih yang mendunia seperti halnya pemain bola panutannya Mohamed Salah. Aamiin.



Senin, 11 Februari 2019

Gilang Berjuang Mengejar Medalinya

Gilang Berjuang Mengejar Medalinya


Oleh : Ronny Lesmana Hartono

Namanya Gilang, lengkapnya Gilang Ramadhan, saat ini duduk dibangku kelas empat SD Juara Bandung. Gilang dikenal sebagai anak yang aktif luar biasa, dan selallu tertarik untuk mengerjakan hal-hal yang luar biasa. Selain itu kepedulian Gilang terhadap lingkungannya cukup menjadiperhatian, apa-apa yang mungkin terlewat oelh orang lain, Gilang bsia meresponnya. Misalnya membantu guru membawakan barang bawaannya, atau iktu membantu kegiatan orang lain yang dilihatnya.

Sejak dikelas tiga, Gilang bergabung dengan ekskul silat katagori tanding, kecerdasan kinestetisnya mendorong dia untuk mencoba berlatih silat. Keatifan geraknya membuat dia kurang pas dalam mengikuti latihan, sehingga Gilang selalu mendapatkan pembinaan sikap secara khusus dari pelatihnya.

Arahan dan bimbingan terus diikuti Gilang, sikap aktif yang berlebihan dalam latihan mulai dia coba untuk tahan sedikit demi sedikit. Salah satu pola asuh yang coba diterapkan dengan harapan Gilang bisa merubah sikapnya, yaitu diberi kepercayaan untuk memegang pad saat latihan padding. Biasanya anak-anak yang memegang pad saat padding adalah anak-anak ekskul silat yang ada di team A (grade satu) dimana anak-anak ini difokuskan untuk mengikuti kejuaraan silat level daerah provinsi dan nasional diluar kota Bandung. Dari kepercayaan untukmemegang pad saat padding, terlihat perubahan sikap, dimana Gilang bisa lebih menahan dirinya untuk tidak berlebihan dalam bertindak.  Gilangpun mulai bisa mengikuti arahan pelatih untuk memandu teman dan adik-adiknya dalam latihan padding.

Dibulan Oktober 2018 Gilang diberi kepercayaan untuk mengikuti kejuaraan silat nasional JKTC 10 antar pelajar yang diselenggarakan PP PON Kemenpora RI di Cibubur Jakarta Timur. Harapannya dengan kepercayaan ini Gilang bisa berprestasi terutama dia merasa dirinya bisa dipercaya dengan tujuan merubah sikapnya kearah yang lebih baik lagi.

Prestasi di JKTC 10,  Gilang mampu meraih mendali perak. Mendali pertamanya dan jawaban dia atas kepercayaan yang diberikan.  Rasa percaya diri Gilang terlihat bertambah, sikap saat berlatih dan kegiatan sehari-hari mulai bisa menahan diri untuk tidak berlebihan. Dibulan Januari  2019, Gilang kembali diberi kepercayaan untuk mengikuti kejuraan silat nasional antar pelajar Paku Bumi Cup VI di kota Bandung. Alhamdulillah Gilang menjawab kepercayaan keduanya dengan meraih mendali emas, semangat juang dan motivasi yang lebih kuat setelah meraih perak di JKTC 10 ternyata menjadi kunci keberhasilan Gilang merebut emasnya

Mudah-mudahan dengan pola pelatihan dan pembinaan serta utamanya adalah memberi keperyaan kepada putra putri kita, menjadi salah satu kunci untuk membimbing mereka lebih baik lagi secara prestasi dan akhlaq.


Kamis, 07 Februari 2019

Keisha Annisa Sholihah Bisa Baca Al-Qur’an

Keisha Annisa Sholihah Bisa Baca Al-Qur’an

Keisha (tengah) bersama teman-temannya yang sedang ujian kenaikan Al-Qur'an
Dengan percaya diri Keisha menghubungi  Pa Sarip untuk tes kenaikan jilid Ummi. Keisha  sudah jilid Enam ia ingin segera naik ke Al-Qur’an. “ Pa hari ini boleh ujian ?” itu kata yang terucap dari mulutnya yang mungil. Karena salah satu syarat kenaikan jilid, yang berlaku di SD Juara Bandung harus melalui tes  setelah di rekomendasikan oleh guru Pembimbing TTQ nya.

Pada awal tes  Keisha  agak sedikit grogi tampak pada suaranya yang sedikit gemetar ketika membaca bait-bait Al-Qur’an di buku UMMi yang menjadi pegangannya, wajahnya pun tampak penuh harap dan cemas, ia berharap kalau hari ini ia lulus ujian UMMi dan langsung diperbolehkan bergabung dengan teman-temannya yang sudah ada di kelompok Al-Qur’an. Tapi ada sedikit tampak kecemasan pada raut mukanya yang imut kalau-kalau  tidak lulus ujiannya, karena ada beberapa bacaannya yang menurut penilaian penguji masih kurang tepat.

Benar saja ia harus kecewa karena ujiannya ga lulus dan ia harus mengulang dan berlatih kembali untuk memperbaiki bacaannya yang masih kurang tepat. Ia diminta untuk kembali esok hari untuk tes selanjutnya.
Ini hari kedua kalinya Keisha  ujian ummi, kali ini tampak tenang tidak seperti hari kemarin karena mungkin punya gambaran bagaimana proses ujian UMMI jiid Enam itu dan sudah diberi tahu hari sebelumnya bahwa ia harus memperbaiki bacaan- bacaan yang dianggap kurang tepat.
Ketika membaca bait-bait Al-Qur’an di buku peganngannnya ia tidak gemetar lagi seperti hari sebelummya, ia bisa membaca sesuai dengan bacaan yang seharusnya dan di wajahnya sedikit tampak harapan bahwa hari ini akan naik jilid ke Al- Qur’an.

“Alhamdulillaaaah”  pekiknya ketika tahu  ujiannya  umminya berhasil lulus dan mulai besok ia sudah boleh mengembalikan buku UMMI dan menggantinya dengan Al-Qur’an tampak kegiranggan dalam raut mukanya yang penuh senyum dan bangga. Barakallah ya Keisha  semoga jadi anak yang sholehah dan selalu rajin membaca Al-Qur’an.

Rabu, 23 Januari 2019

Ilma, Calon Penulis Masa Depan

Ilma, Calon Penulis Masa Depan



Oleh : Nurliya Dwi Primawanti, S.T.

Ilma Anis Nashiroh, itulah nama lengkapnya. Gadis berpembawaan tenang ini biasa dipanggil Ilma. Ia merupakan putri bungsu dari bapak Sumartoni dan Ibu Suprapti. Walaupun anak bungsu,  Ilma termasuk anak yang mandiri dan tangguh. Ayah Ilma bekerja sebagai security di sebuah kompleks perumahan, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang juga mengajar ngaji di sebuah yayasan. 

Ilma masuk ke SD Juara Bandung dari kelas 1, yaitu di tahun 2012. Di kesehariannya, Ilma adalah anak yang tidak banyak bicara. Namun demikian ia cukup baik dalam bergaul. Ia juga termasuk anak yang cerdas dan percaya diri. Alhamdulillah, di kelas ia termasuk anak yang berprestasi. Ia selalu masuk 5 besar. 

Ilma sangat suka membaca. Membaca buku apa saja. Di rumah, di sekolah, ia biasa menghabiskan waktu luangnya untuk membaca. Di rumahnya, Ilma beserta Kakaknya memang sudah dikondisikan agar gemar membaca. Buku bacaan di rumahnya cukup beragam. Di  sekolahpun Ilma sering menghabiskan waktu istirahatnya di perpustakaan. Ia termasuk salah satu siswa yang sering meminjam buku dari perpustakaan. 

Dari hobinya membaca, alhamdulillah memberi banyak dampak positif untuk Ilma. Selain pengetahuannya bertambah, ia juga bisa mengembangkan bakat lainnya yaitu menulis. Ya, Ilma suka menulis cerita. Alhamdulillah, dari cerita-cerita yang di tulis, imajinasinya pun bertambah. Tulisan-tulisan Ilma, selama ini belum pernah dipublikasikan. Hanya sebatas dibaca oleh orang-orang terdekatnya. Guru, teman, dan orang tua. 

Orang tua Ilma menyadari bakat menulis yang dimiliki Ilma tersebut. Sampai akhirnya pada sebuah kesempatan, ayahnya mendapat informasi ada lomba menulis yang diselenggarakan oleh sebuah penerbit terkenal. Kesempatan inipun tidak di sia-siakan. Kedua orangtua Ilma mendorongnya untuk ikut serta dalam lomba tersebut. Ilma pun membuat sebuah cerita yang ia beri judul “Gadis Kecil, Raksasa Laut dan Rumah Kaca”. Ia menyusunnya dengan mengikuti persyaratan yang diberikan oleh pihak panitia. Setelah cerita selesai ditulis,Ilma memperlihatkan terlebih dahulu kepada kakaknya untuk di edit dan diberi tanggapan. Setelah dirasa tepat, naskah tulisan yang telah selesai dibuat dikirimkan ke penerbit tersebut. 

Setelah beberapa waktu berselang, pengumuman pemenang di umumkan melalui sosial media. Alhamdulillah, ternyata Ilma berhasil meraih juara ke-2. Bukan main bangganya Ilma, orang tua, guru dan juga teman-temannya di sekolah saat mengetahui hasil lomba yang diumumkan. Ini adalah prestasi yang luar biasa. Ia dan orang tuanya sendiri tidak menyangka tulisannya bisa masuk sebagai salah satu yang terbaik. Lomba ini tentunya banyak diikuti oleh penulis-penulis cilik se-Indonesia, dan tulisan Ilma berhasil menjadi salah satu yang terbaik.  

Prestasi yang diraihnya ini tentu memberikan kepercayaan diri bagi Ilma untuk terus mengembangkan bakat dan hobinya. Dari juara lomba tersebut, alhamdulillah Ilma mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 2.500.000,00. Uang tersebut sebagian ia tabungkan, dan sebagian lagi ia sumbangkan untuk kegiatan sosial. 

Selain menulis, Ilma juga cukup banyak mengikuti kegiatan yang mendukung kemampuannya. Antara lain, sebagai anggota Dokcil di sekolah, peserta karantina Tahfizh di SD Juara Bandung dan Karate di lingkungan rumahnya. Dari kegiatan yang ia ikuti, alhamdulillah bisa mendukung prestasinya. Ia pernah mengikuti lomba Dokcil Persahabatan antar bangsa dengan Sekolah Kebangsaan Malaysia, mengikuti lomba-lomba Tahfizh yang di selenggarakan di luar sekolah, dan juga lomba karate pada ajang O2SN antar Sekolah Dasar se-Kecamatan Cibeunying Kidul dan Kecamatan Panyileukan. 

Prestasi yang telah ia dapatkan menjadi motivasi untuk Ilma lebih banyak belajar agar bisa menjadi seorang penulis yang hebat dan bermanfaat nantinya. Jika besar nanti, Ilma bercita-cita menjadi seorang guru yang juga seorang penulis. Ia juga ingin menjadi seorang Hafizhah. Alhamdulillah saat ini Ilma sudah hafal 6 juz dalam Al-Qur’an. Mohon do’anya semoga Ilma bisa mewujudkan cita-cita mulianya. 

Kamis, 08 November 2018

Sang Pejuang Subuh dari Kelas 3 SD Juara Bandung

Sang Pejuang Subuh dari Kelas 3 SD Juara Bandung


Bismillah, Allah SWT berfirman :
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al-Isra’: 78)
Shubuh salah satu waktu yang special buat kita kaum muslimin, dalam firman Alloh SWT diatas dengan jelas bahwa sholat shubuh yang kita laksanakan disaksikan oleh malaikat dan akan disampaikan kepada Alloh SWT. Mudah-mudahan kita semua istiqomah dalam menjaga shubuh berjama’ah dimasjid dengan berbagai keutamaannya. Aamiin.

Rasululloh SWA bersabda :
“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

Kembali sebuah jaminan bagi kita kaum muslimin yang melaksanakan sholat shubuh berjamaah disampaikan oelh baginda Rasululloh SAW. Apa kita nggak mau mendapatkan jaminan dari Alloh SWT ? ayo dong sholat shubuh berjama’ah. Masih banyak dalil-dalil berkaitan dengan keutamaan sholat shubuh berjama’ah dimasjid, wah asik yaa begitu banyak jaminan dan keutamaan yang bisa kita peroleh dengan shubuh berjama’ah dimasjid. Hayu atuh kita berjama’ah dimasjid.

Pada tanggal 29 Oktober 2018, siswa putra dari kelas tiga SD Juara Bandung mulai untuk diajak shubuh berjama’ah dimasjid oleh wali kelasnya. Eeeyaaaa kenapa baru tanggal segitu diajak Abah ? kenapa kagak sejak dulu-dulu awal kelas tiga ?. Nah itulah sebuah upaya pendekatan tidak harus langsung, saat mereka sudah terlihat adaptasi dengan wali kelas baru ajakan-ajakan untuk berbagai keutamaan ibadah mulai disampaikan.
Pada hari selasa tanggal 30 Oktober 2018, siswa putra yang sudah melaksanakan shubuh dimasjid tampil didepan kelas dan menyampaikan pengalamannya. Dimulai dari Gazza, dia mengatakan bahwa sejujurnya dia takut karena dibelakang masjid itu ada kuburan, dia juga mengatakan dingin. Tapi tekad kuatnya mengalahkan semua alasan. Gazza menceritakan bahwa dia menyempatkan mandi dan memakai seragam agar beres dari masjid sudah siap berangkat kesekolah. Gazza pun menyampaikan bahwa ada rasa senang dan gembira saat dia shubuh berjama’ah dimasjid. Dia merasa tenang dalam membaca bacaan sholat dan dia bisa dengan tenang berdzikir ba’da sholat. Beda dengan sholat sendiri dirumah yang buru-buru.

Ada juga cerita Fahmi, dia pergi ke masjid walaupun hujan mengguyur kota Bnadung. Dia sampaikan bahwa dia pinjam sarung masjid karena sarung Fahmi basah dipakai tutup kepala untuk berlindung dari guyuran hujan. 


Lain lagi niih cerita Yazid, dia bilang sama wali kelas tiga “Bah aku susah bangun kalau shubuh”. Dia diberi saran oleh wali kelasnya “Yazid pasang alrm dari HP, kalau kamu target bangun jam tiga, pasang alrm jam dua. Karena saat alrm berbunyi biasanya kita nggak langsung bangun”. Yazid pun mencoba, dan alhamdulillah dia berhasil bangun lebih 03.00, bahkan Yazid bisa sholat tahajud. Wah luar biasa dari target shubuh berjama’ah di masjid ternyata Yazid mendapatkan tahajudnya. Kereen Yazid. Hal serupa dialami oleh Dhafin, yang berusaha untuk bangun diawal agar mendapatkan shubh berjama’ah.

Ghani pun ternyata tidak mau tertinggal utnuk mendapatkan keutamaan shubuh berjama’ah di masjid, walaupun jarak dari rumah ke masjid lumayan jauh Ghani berjuang dengan penuh kesungguhan dan kegembiraan untuk memperoleh keutama’an shubuh berjama’ah di masjid.

Yuk kita bersama ajak orang-orang disekitar kita untuk sedikit demi sedikit berupaya meraih kebaikan dan keutamaan dari Alloh SWT. Aamiin.




Selasa, 30 Oktober 2018

AZMI SANG PENDEKAR SHOLIH

AZMI SANG PENDEKAR SHOLIH

 

Oleh : Nurliya Dwi Primawanti, ST (Guru Kelas VI SD Juara Bandung)

“Bu, Assalamu’alaikum!”. Setiap pagi jika bertemu selalu menyapa penuh santun. Sosok yang santun itu bernama Muhammad ‘Azmi Ramadhan. Ia biasa disapa Azmi. Azmi adalah anak pertama dari Bapak Ngatrifin dan Ibu Enok Rohayani. Sebagai anak paling besar di keluarganya, Azmi di didik untuk mandiri dan bertanggung jawab. Orang tuanya medidik Azmi agar mampu memberikan contoh yang baik bagi adik-adiknya. Azmi memiliki 2 orang adik, perempuan dan laki-laki. Ayah Azmi bekerja wiraswasta, sedangkan ibunya bekerja sebagai salah satu pengajar di SD Juara Bandung.

Tahun 2015, Azmi masuk ke SD Juara Bandung di kelas 3. Awalnya, Azmi ikut Ekskul menggambar karena ia memang suka menggambar. Saat kelas IV, ia mencoba ikut mendaftar di Ekskul Silat. Setelah di lakukan tes, ternyata Azmi di terima. Awalnya Azmi masuk ekskul silat hanya untuk membekali dirinya dengan ilmu beladiri. Namun siapa sangka, di ekskul inilah akhirnya potensi Azmi tergali dan mendapatkan prestasi yang sangat membanggakan.

Pertama kali Azmi di ikutkan dalam Kejuaraan Nasional Silat JKTC oleh pelatih silatnya di tahun 2016. Itu adalah pengalaman pertama bagi Azmi. Persiapan untuk mengikuti pertandingan dilakukan jauh-jauh hari. Azmi termasuk salah satu atlet silat SD Juara Bandung yang tangguh. Setiap latihan ia selalu hadir, walaupun itu dilakukan di hari libur. Ia selalu berlatih dengan semangat. Bapak Ronny Lesmana Hartono sebagai pelatih silatnya juga menilai bahwa Azmi adalah salah satu atlet yang diandalkan dan punya sikap yang baik. Ia berani, tangguh dan pantang menyerah. Alhamdulillah, di kejuaraan Nasional JKTC ke-6 di tahun 2016 yang merupakan pengalaman pertama buat Azmi, ia dapat meraih medali perak.

Melihat bakat dan kemampuan Azmi dalam olahraga silat, Bapak Ronny selaku pelatih terus mengasah kemampuan Azmi agar lebih berkembang. Alhamdulillah dengan terus berlatih penuh semangat, dan dengan dukungan dari kedua orang tuanya, Azmi terus bisa mengukir prestasi. Di Kejuaraan Silat anatar sekolah se-Kota Bandung yang di selenggarakan oleh SD Bintang Madani tahun 2016, Azmi berhasil meraih medali Emas. Di Kejuaraan Nasional JKTC ke-7 tahun 2017 dan JKTC ke-10 yang baru selesai diselenggarakan di bulan Oktober 2018 ini, Azmi kembali meraih medali emas. Selain aktif di silat, Azmi juga sempat tergabung dalam anggota Dokcil (Dokter Kecil) SD Juara Bandung. Di Klub ini, bersama teman-teman Dokcilnya Azmi pernah mengikuti Program Kolaborasi Antar Bangsa Indonesia-Malaysia yang di selenggarakan di SD Juara Bandung dan meraih Juara 2 kategori Health Explorasion (Cerdas Cermat). Di awal tahun 2018 Azmi juga pernah mengikuti lomba pentas PAI dan meraih Juara 3 lomba Shalat berjama’ah se-Kecamatan Panyileukan, dan Juara 3 lomba Cerita bergambar se-Kecamatan Panyileukan pada acara Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

Saat ini, Azmi sudah duduk di kelas VI. Di kesehariannya Azmi sosok anak yang baik, ramah dan santun. Ia termasuk anak yang mudah bergaul dengan siapa saja. Selain Silat, Azmi juga suka bermain bola, bersepeda dan bermain catur bersama teman-temannya. Di kelas, Azmi juga di kenal rajin dan punya inisiatif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tanpa perlu diminta, ia sering merapihkan kelas di sela-sela istirahatnya. Jika ia melihat hal yang tidak beres/berantakan, dengan sigap ia langsung mau membereskan. Sikap-sikap yang ditunjukkan Azmi di sekolah tentunya tidak terlepas dari pembiasaan-pembiasaan yang diterapkan kedua orangtuanya di rumah. Orangtua Azmi mendidiknya dengan kedisiplinan.

Di rumah, Azmi dibiasakan untuk dilibatkan dalam pekerjaan rumah, seperti membereskan rumah atau menyapu lantai. Saat libur, Ia dibiasakan untuk shalat subuh berjama’ah di masjid. Shalat lima waktu lainnya pun diusahakan untuk dilaksanakan tepat waktu dan berjama’ah di masjid. Untuk Shaum sunah pun orang tuanya mulai memperkenalkan dan mengajak Azmi untuk ikut melaksanakan. Seperti puasa 6 hari di bulan Syawal dan Puasa Arafah, alhamdulillah Azmi sudah ikut melaksanakannya. Penanaman nilai-nilai islam dan ibadah inilah yang bisa menjadikan Azmi sebagai panutan bagi teman-temannya. Untuk pelajaran Tilawah dan Tahfizh Qur’an (TTQ), pencapaian Tilawah Azmi sudah masuk ke Al-Qur’an surat Maryam. Untuk hafalan surat, alhamdulillah Azmi sudah menyelesaikan hafalan surat di Juz 30. Saat ini ia sudah mulai masuk hafalan juz 29. Semoga ia dimudahkan oleh Allah untuk menambah hafalan Al-Qur’annya.

Azmi berharap, ia terus bisa berlatih silat dan meningkatkan kemampuan beladirinya. Ia bercita-cita  menjadi atlet silat dan pengusaha yang juga Hafizh Qur’an. Azmi memohon do’a dari semua agar apa yang ia cita-citakan bisa tercapai. Azmi pun berterimakasih kepada donatur dan Sekolah Juara yang sudah memberinya kesempatan untuk belajar dan mengembangkan potensinya.

Jumat, 09 Februari 2018

HARAPAN KECIL SEORANG PUTRI

HARAPAN KECIL SEORANG PUTRI

Khaerunnisa Putriyani

Oleh : Achmad Ghozali, S.Pd.

Putri, begitulah dia akrab disapa oleh teman-teman disekolahnya. Bocah 9 tahun yang memiliki nama asli Khaerunnisa Putriyani ini merupakan anak dari Ibu Lina dan Bapak Darta. Mereka merantau dari Kabupaten Brebes ke Kota Bandung ini sejak putri masih berusia 2 tahun. Bapak Darta tidak mempunyai pekerjaaan tetap, begitu juga dengan Ibu Lina. Mereka bekerja sebagai penjaga kos-kosan mahasiswa di wilayah Cibeunying Kidul. Sejak kecil putri tinggal di salah satu kamar yang luasnya 3x4 meter yang disediakan oleh sang pemilik kontrakan. Bapak darta bertugas sebagai penjaga kebersihan kos-kosan seperti menyapu dan mengepel sedangkan Ibu Lina menyediakan makanan para mahasiswa yang memesan makanan. Inilah penghasilan tambahan mereka yakni menyediakan minuman dan makanan bagi mereka yang memesan.

Tahun 2015 Ibu Lina memdaftarkan Putri ke SD Juara Bandung, karena saat itu lokasinya sangat dekat dengan tempat tinggal Putri. Putri diterima oleh sekolah karena prioritas jarak dan kondisi ekonomi. Tak salah sekolah menerimanya, ternyata putri mempunyai kecerdasan yang bagus. Pantas saja dia sudah bisa menyelesaikan Ummi Jilid 4 di kelas 1 mengungguli teman-temannya. Ketika putri duduk di kelas 2, dia sudah menyelesaikan 6 Jilid Ummi dan dinyatakan mampu membaca Al – Qur’an dengan baik. Ternyata, Ibu Lina membiasakan diri untuk mengaji bersama dengan Putri di rumah sehingga stimulus yang didapatkan putri lebih banyak dan akhirnya Putri selalu siap untuk di tes ketika pembelajaran Al – Qur’an di sekolah.

Dipenghujung tahun 2017 tepatnya saat dia masuk semester 2 kelas 3, Putri lolos tes seleksi kelas akselerasi khusus tahfidz di SD Juara Bandung. Kelas ini diperuntukan bagi mereka yang sudah lancar membaca Al-Qur’an dan sudah menamatkan hafalan juz 30. Putri mempunyai daya ingat yang cukup baik. Meski tempat tinggal Putri kurang kondusif, seperti banyaknya mahasiswa yang membuat gaduh dan bercanda sampai tertawa terbahak bahak, itu tidak membuatnya patah semangat untuk menghafal Al Qur'an. Putri mampu menghafal 10 - 20 ayat di Juz 29 setiap harinya. Bahkan pernah ketika gurunya menargetkan 5 ayat, Putri malah setor 30 ayat. Bahkan hafalannya mampu mengungguli kakak kelasnya.

Kini putri sudah memasuki awal pembelajaran di kelas 4. Juz 29 pun sudah ia tamatkan. Siswi yang hobinya bermain sepeda ini mengungkapkan bahwa ia lebih sedikit bermain dan lebih banyak berada di dalam rumah. Aktifitas Putri pun sungguh sangat bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman kelasnya. Di hari sekolah Putri bangun ketika Subuh dan bersiap siap pergi ke sekolah pkl. 06.00. Karena lokasi sekolah pindah ke wilayah Bandung Timur, kini Putri membutuhkan waktu yang lebih lama daripada sebelumnya. Paling tidak Putri memerlukan waktu sekitar 45 menit untuk sampai di sekolah. Pulang dari sekolah Putri sampai di rumah selepas Ashar, setelah beristirahat sejenak, Putri langsung menunaikan Sholat Ashar.

Putri memanfaatkan waktu setelah Ashar dan Maghrib untuk mengaji dan menambah hafalan, sehingga esok harinya ia sudah siap menyetorkan hafalannya kepada guru Al-Qur’an. Putri sampai saat ini sedang menghafal Juz 28. Setiap hari ia menambah ayat untuk disetorkan. Semangat untuk menghafal pun semakin meningkat. Harapannya, Putri bisa membahagiakan orang tuanya dengan menghafal Al-Qur’an. Diusia yang masih anak-anak ini Putri tergolong anak yang sudah bisa mandiri. Ia tidak perlu diingatkan lagi untuk menghafal, karena ia yakin bahwa itu adalah kebutuhannya. Selain itu, Putri juga kerap membantu orang tuanya, seperti menyapu dan mencuci pakaian.

Dalam hal akademik, Putri juga termasuk anak yang pintar dan bisa bersaing. Perlombaan yang sudah pernah dia ikuti adalah lomba Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ). Putri pernah mengikutinya baik di tingkat sekolah maupun di wilayah tempat dia tinggal. Tidak hanya itu, Putri juga  mendapat juara 2 dalam perlombaan MTQ di wilayah Cibeunying Kidul itu.

Putri sangat berharap bahwa ia ingin diberi kesempatan untuk terus bisa menghafal sampai 30 juz. Ia pun berterima kasih kepada donatur yang selalu mendukungnya, kepada Sekolah yang selama ini menjadi tempat belajar dan mengembangkan bakatnya, juga tentunya kepada Rumah Zakat yang menjembataninya dengan donatur.

Klik Disini untuk kembali ke halaman depan Mading