Tampilkan postingan dengan label Amanat Pembina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amanat Pembina. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 April 2021

Dream Big Be Courageous

Dream Big Be Courageous


Beberapa waktu yang lalu, peserta didik kelas 5 dan 6, kedatangan guru tamu, seorang dosen Universitas Perjuangan.

Guru tamu tersebut bernama Miss Pipit. Nama lengkapnya Pipit Prihartanti Soeharto, MA. Beliau diundang, untuk memberikan motivasi kepada peserta didik kelas 5 dan 6, agar memiliki cita-cita yang tinggi.
Berani bermimpi untuk bersekolah tinggi, tanpa khawatir akan biaya.

Miss Pipit ini ketika masih menjadi guru di SD Juara Cimahi, mendapatkan beasiswa untuk belajar di Jepang selama 2 tahun. Setelah itu, kembali ke Indonesia dan mendapat beasiswa S2 di Universitas Warwick, UK. 

Dalam paparannya, Miss Pipit menceritakan bagaimana serunya tinggal di luar negeri, cara beradaptasi dengan budaya lain, serba serbi tentang mencari beasiswa, tips belajar Bahasa Inggris, dan pesan bagi yang ingin mencari sekolah dan mencari beasiswa.

Setelah pemaparan selesai, berlangsung sesi tanya jawab. Peserta didik terlihat sangat antusias, dan bersemangat dari awal hingga akhir sesi.

Rabu, 10 April 2019

Classroom Management, Oleh Oleh Pelatihan di SD Gagas Ceria Kota Bandung

Classroom Management, Oleh Oleh Pelatihan di SD Gagas Ceria Kota Bandung


Oleh: Eva Liutfiana Sari, M.M.Pd.

Classroom Management (CM) merupakan langkah atau prosedur, agar pembelajaran berjalan dengan efektif.

Tugas utama dari Classroom Management adalah :
- Memfasilitasi proses belajar secara efektif.

- Membangun keteraturan dalam kelas, sehingga proses belajar dapat terjadi, baik secara proaktif maupun reaktif.

Proaktif disini mencakup :
- Menciptakan suasana dan lingkungan belajar.
- Mengelola aktivitas belajar.
Sedangkan yang termasuk pada reaktif, adalah :
- Mengelola misbehavior yang umum terjadi di kelas
- Studi kasus

Dalam Classroom Management, suasana dan lingkungan belajar sangat penting. Oleh karena itu penempatan posisi papan tulis, meja guru, meja siswa, ruang gerak, letak pintu, jendela, dsb sangat perlu untuk diperhatikan.

Psikologis siswa pun, menjadi hal penting yang harus sangat diperhatikan. Untuk mengawali pembelajaran, ada baiknya peserta didik saling bersalaman, saling senyum dengan kontak mata yang baik, serta saling mengapresiasi satu sama lain, untuk meminimalisir bad mood, serta untuk mempererat ikatan batin.

Hal lain yang sangat penting dalam Classroom Management adalah peraturan dan prosedur.

Peraturan digunakan untuk mengatur perilaku. Yang perlu diperhatikan dari peraturan tersebut, adalah :
- Masuk akal dan perlu.
- Jelas dan dimengerti.
- Sesuai dengan tujuan mengajar.
- Jumlahnya tidak banyak.
- Menjelaskan perilaku yang diinginkan.
- Kalimatnya singkat dan spesifik.
- Kalimat positif.
- Gunakan gambar. (Terutama untuk level kecil).
- Libatkan peserta didik dalam membuat peraturan.

Sedangkan prosedur digunakan untuk mengatur rutinitas harian, yang bertujuan untuk mengefektifkan waktu, meminimalkan kebingungan, dan untuk meminimalkan masalah disiplin atau misbehavior.

Semoga paparan mengenai Classroom Management ini, dapat membantu menciptakan pembelajaran yang efektif di kelas kita.

Sumber : Classroom Management Workshop @SD Gagas Ceria






Kamis, 28 Maret 2019

Ikhtiar Meraih Prestasi Berjenjang Tingkat Nasional  Melalui Lomba FLS2N 2019

Ikhtiar Meraih Prestasi Berjenjang Tingkat Nasional Melalui Lomba FLS2N 2019

Bilqis (Kelas 4) dalam Lomba Menyenyi
Oleh : Ronny Lesmana Hartono, S.Pd.

Bulan Februari dan Maret merupakan bulan dimana siswa dan sisiwi tingkat SD dikota Bandung secara serempak mengikuti berbagai lomba yang berjenjang untuk menuju lomba tingkat nasional. Mulai dari lomba Sapta PAI, Pasanggiri, O2SN, FLS2N, Literasi, dan OSN. Setiap siswa yang mewakili sekolahnya masing-masing akan berlomba terlebih dahulu ditingkat Kecamatan sebagai wakli sekolah, jika menjadi juara maka akan masuk tingkat Kota/Kabupaten sebagai wakil Kecamatan dan seterusnya.

SD Juara Bandung tidak tertinggal berpartisipasi dalam semua kegiatan, dengan mengirim siswa sisiwi yang sudah dipilih dan dilatih oleh guru-guru pembimbing dari internal maupun  eksternal. Salah datu kegiatan yang diikuti adalah FLS2N dengan mata lomba yang terdiri dari : gambar cerita, menari, menyanyi solo, pantomin, dan membuat karya anyaman. Walaupun SD Juara Bandung hanya mengikuti tiga mata lomba dari lima mata lomba, yaitu : gambar cerita menari, dan menyanyi solo.

Untuk menyanyi solo diwakili oleh Bilqis (siswi kelas 4), menari diwakili oleh team tari yang terdiri dari Nuha (siswi kelas 5), NInis (siswi kelas 4) dan Raisa (siswi kelas 4). Untuk mata lomba gambar cerita diwakili Alimi Syifa (siswi kelas 5). Persiapan untuk tiga mata lomba tersebut terbantu dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler menyanyi, menari dan menggambar sehingga sisiwi-siswi yang dikirim memang sudah terbina jauh-jauh hari sebelumnya. Tetapi untuk lebih mematangkan dilakukan latihan entensif agar hasilnya lebih baik lagi.

Hasil dari lomba FLS2N tingkat Kecamatan untuk menyanyi di posisi rangking 9, menari diposisi rangking 2 dan gambar cerita di posisi rangking 1. Sehingga Alimi Syifa berhak mewakili Kecamatan Panyileukan untuk mengikuti lomba ditingkat kota Banung.

Alimi Syifa saat ini terus menyiapkan diirnya untuk mengikuti lomba gambar cerita ditingkat kota Bandung, tema gambar yang telah ditetapkan oleh panitia adalah “Membantu Tetangga” terus dilatih oleh Alimi dibawah bimbingan Coach Indah. Setiap Selasa dan Jumat Alimi Syifa mendapatkan jam tambahan untuk berlatih gambar di jam 13.30-14.30. Bukan hal gampang dalam membuat cerita gambar ini karena gambar yang dibuat harus bisa menyampaikan pesan kepada yang melihatnya, selain itu aspek-aspek penilaian yang lain harus diperhatikan secara detail oleh Syifa. Mudah-mudahan prestasi yang diraih Syifa ditingkat Kota bisa mengantarkannya ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Aamiin.

Dari kegiatan FLS2N ini, menunjukkan kepada kita khususnya kami di SD Juara Bandung bahwa prestasi siswa/i bisa diraih tidak saja dibidang akademik dan olaharaga, tapi bisa diraih juga dibidang seni dan budaya. Oleh karena itu pengembangan minat dan bakat siswa/i harus diperhatikan dan difasilitasi secara menyeluruh oleh semua sekolah.

Senin, 22 Oktober 2018

Siswa SD Juara Bandung  Belajar Ketangguhan dari  Seorang Pencari Kayu Bakar

Siswa SD Juara Bandung Belajar Ketangguhan dari Seorang Pencari Kayu Bakar

Pemimpin upacara menyiapkan pasukan

Senin (22/10) seperti biasa SD Juara Bandung menyelenggarakan  upacara bendera. Bertindak selaku pembina upacara kali ini adalah bapak Achmad Ghozali. Bapak Ali itulah sapaan sehari-hari beliau. Kali ini Bapak Ali bercerita tentang kisah seorang pencari kayu bakar. Kisah ini mempuanyai hikmah yakni perihal ketangguhan sesuai dengan tujuan pembelajaran SD Juara Bandung yakni menjadikan pemimpin bangsa yang tangguh.

Kisah yang dibawakan oleh Bapak Ali adalh kisah nyata yang terjadi di salah satu desa di Kabupaten Cirebon. Di sebuah hutan tinggalah sebuah keluarga pencari kayu bakar. Disana hanya ada 1 rumah dan 1 surau (mushola). Namun dalam mushola tersebut terdapat foto anak yang sedang memakai toga sarjana. Ternyata itu adalah anak dari pencari kayu bakar yang sudah menyelesaikan kuliahnya. Dari kisah ini Bapak Ali berpesan kepada peserta didik agar menumbuhkan sipak tangguh dalam diri mereka.

Contoh yang diberikan oleh pencari kayu bakar tersebut adalah, dia sangat yakin bahwa anaknya bisa sekolah sampai sarjana. Dan yang dicontohkan oleh anaknya adalah, dia terus berusaha dan untuk bisa lulus kuliah. Dia menerjang jalan curam setiap pergi dan pulang sekolah. Hidup dirumah tanpa listrik juga bisa bertahan sampai lulus kuliah. “jadi, kita harus bisa lebih tangguh dari anak itu. Karena kita sudah mendapatkan fasilitas yang lengkap” ujar Bapak Ali.

 

Senin, 15 Oktober 2018

Belajar Ketangguhan dari Thomas Alva Edison

Belajar Ketangguhan dari Thomas Alva Edison

pasukan khusus petugas upacara
Senin (15/10) cuaca di SD Juara Bandung sangat cerah. Pelaksanaan Upacara Bendera berjalan dengan tertib dan lancar. Upacara kali ini dipimpin langsung oleh ketua pasukan khusus. Bertindak selaku pembina upacara yaitu Ibu Luthfiyatul Hakim, S.E.Sy. Ibu Upi bercerita tentang Thomas Alva Edison.

Kisah Thomas Alva Edison yang diceritakan oleh Ibu Upi ini terdapat pelajaran yang bisa diambil oleh para peserta didik. Ibu Upi bercerita mulai dari masa kecil Thomas hingga memiliki banyak hak paten atas penemuannya. Thomas yang tidak tamat sekolah SD ini kemudian melanjutkan belajarnya di rumah bersama ibunya. Meski ada gangguan pada pendengarannya, tidak membuat Thomas berhenti berkarya. Hobinya yang suka membuat percobaan membawanya pada penemuan yang terkenal yakni bola lampu.

Thomas Alva Edison telah mengalami kegagalan sebanyak ribuan kali sampai akhirnya bisa menciptakan penemuan yang sampai saat ini kita nikmati. Sikap tangguh dalam kisah Thomas ini menjadi inspirasi bagi para peserta didik. “Jadi, kalau kita gagal, jangan langsung menyerah, kita harus terus berusaha sampai berhasil” pungkas Ibu Upi dalam amanat pembina upacara kali ini.


Senin, 08 Oktober 2018

Kedisiplinan adalah Akhlak yang Paling Utama

Kedisiplinan adalah Akhlak yang Paling Utama

Bendera Siap...!

Senin (8/10), pagi yang cerah ini memberikan semangat baru kepada peserta didik SD Juara Bandung. Setelah 2 hari libur, kini mereka melaksanakan aktivitas belajar kembali di sekolah. Kegiatan rutin di Senin pagi yakni upacara bendera. Petugas upacara kali ini adalah anggota Pasukan Khusus A, sedangkan yang bertindak sebagai Pembina upacara adalah Bapak Sarip Hidayat, S.Pd.I.


Pada awal amanatnya, Bapak Sarip mengingatkan tentang rasa syukur kita kepada Allah Swt. yang telah memberikan kita kemerdekaan. Kita juga harus banyak berterima kasih kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Bapak Sarip memberikan amanat mengenai pentingnya kedisiplinan. Menurut beliau, disiplin merupakan hal yang utama dalam pembentukan akhlak seseorang. Aturan adalah salah satu upaya untuk pembentukan kedisiplinan seseorang. Semua hal di dunia ini pasti mempunyai aturan. Jika kita semua bisa berperilaku disiplin, insya Allah akhlak kita juga akan baik.


Bapak Sarip mencontohkan hal yang sederhana seperti tubuh kita. Tubuh kita mempunyai pola aturan yang sudah ditetapkan oleh Allah. Seperti peredaran darah, jika satu organ saja tidak berjalan sesuai ketentuan, maka kita akan sakit. Oleh sebab itu, jika kita tidak berperilaku disiplin, maka ada yang salah dengan diri kita, dengan kata lain kita sedang sakit.

Itulah amanat Pembina upacara pagi ini. Upacara diakhiri dengan menyanyikan lagu “Berkibarlah Benderaku” dan pembacaan do’a oleh petugas.








Senin, 01 Oktober 2018

Hari Kesaktian Pancasila, Siswa SD Juara diminta untuk Peduli

Hari Kesaktian Pancasila, Siswa SD Juara diminta untuk Peduli

Penghargaan Kepada Peserta Didik Terbaik dalam Gerakan Literasi Sekolah Bulan September



Senin (1/10) merupakan hari kesaktian pancasila. Hari dimana sebelumnya adalah G30S/PKI ini bertepatan pada hari Senin. Oleh karena itu, upacara rutin Senin kali ini sedikit lebih spesial. Petugas upacara yang disiapkan dari Kamis lalu sudah berlatih dengan giat. Lagu nasional yang dinyanyikan pun adalah lagu Garuda Pancasila.


Kali ini kepala sekolah Bapak Tito Suhendar, M.Pd. bertindak selaku pembina upacara pada penringatan hari kesaktian pancasila ini. Bapak Tito menyampaikan kisah tentang TNI yang mempertahan kan keutuhan NKRI dari ideologi komunis yang dibawa oleh PKI. Selain itu, Bapak Tito juga menanggapi isu yang terbaru pekan ini. Yakni, peristiwa gempa dan tsunami di kota Palu dan Donggala. Beliau berpesan kepada para peserta didik untuk memunculkan jiwa peduli. Peduli terhadap sesama manusia dan terhadap lingkungan. Sesuai dengan tujuan sekolah juara yakni menjadikan peserta didik yang berwawasan lingkungan. Tidak hanya tentang sampah, namun pada lingkungan yang lebih luas.

Diakhir upacara, kepala sekolah juga memberikan penghargaan kepada peserta didik yang meminjam dan membaca buku paling banyak di bulan September. Mereka adalah Fakhira kelas 5 dan Firyal kelas 1. Masing – masing dari mereka mendapat penghargaan dan buku bacaan karena mereka sudah menamatkan setidaknya 7 buku bacaan dalam bulan September. Ini merupakan implementasi dari program Gerakan Literasi Sekolah yang diluncurkan pada tanggal 7 September lalu.







Jumat, 09 Februari 2018

Kisah Uwais Al Qarni, Pemuda Istimewa di Mata Rasulullah

Kisah Uwais Al Qarni, Pemuda Istimewa di Mata Rasulullah


gambar ilustrasi
“Belum dikatakan berbuat baik kepada Islam, orang yang belum berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya.” Syaikhul Jihad Abdullah Azzam

Di Yaman, tinggallah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak. Karena penyakit itu tubuhnya menjadi belang-belang. Walaupun cacat tapi ia adalah pemuda yang saleh dan sangat berbakti kepada ibunya, seorang perempuan wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.

“Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersamamu. Ikhtiarkan agar ibu dapat mengerjakan haji,” pinta sang ibu.

Mendengar ucapan sang ibu, Uwais termenung. Perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh, melewati padang tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Lantas bagaimana hal itu dilakukan Uwais yang sangat miskin dan tidak memiliki kendaraan?

Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seekor anak lembu, kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkin pergi haji naik lembu. Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi ia bolak-balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. “Uwais gila... Uwais gila..” kata orang-orang yang melihat tingkah laku Uwais. Ya, banyak orang yang menganggap aneh apa yang dilakukannya tersebut.

Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik-turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar pula tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah pada musim haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kilogram, begitu juga otot Uwais yang makin kuat. Ia menjadi bertenaga untuk mengangkat barang. Tahukah sekarang orang-orang, apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari? Ternyata ia sedang latihan untuk menggendong ibunya.

Uwais menggendong Ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Makkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya itu. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais berjalan tegap menggendong ibunya wukuf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdoa.

“Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais.

“Bagaimana dengan dosamu?” tanya sang Ibu keheranan.

Uwais menjawab, “Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari ibu yang akan membawaku ke surga.”

Itulah keinginan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah subhanahu wata’ala pun memberikan karunia untuknya. Uwais seketika itu juga sembuh dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuknya Uwais tersebut? Ituah tanda untuk Umar bin Khaththab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat Rasulullah untuk mengenali Uwais.

Beliau berdua sengaja mencari di sekitar Ka’bah karena Rasulullah berpesan, “Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kalian berdua, pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman.”

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya, demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (HR Bukhari dan Muslim)

Uwais Al Qarni pergi ke Madinah

Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Uwais Al Qarni sampai juga di kota Madinah. Segera ia mencari rumah Nabi Muhammad. Setelah ia menemukan rumah Nabi, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam, keluarlah seseorang seraya membalas salamnya. Segera saja Uwais Al Qarni menyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata Nabi tidak berada di rumahnya, beliau sedang berada di medan pertempuran. Uwais Al Qarni hanya dapat bertemu dengan Siti Aisyah r.a., istri Nabi. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi, tetapi Nabi tidak dapat dijumpainya.

Dalam hati Uwais Al Qarni bergejolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi dari medan perang. Tapi kapankah Nabi pulang? Sedangkan masih terniang di telinganya pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu,agar ia cepat pulang ke Yaman, “Engkau harus lepas pulang.”

Akhirnya, karena ketaatanya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi. Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al Qarni dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah r.a., untuk segera pulang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi. Setelah itu, Uwais pun segera berangkat pulang mengayunkan lengkahnya dengan perasaan amat sedih dan terharu.

Peperangan telah usai dan Nabi pulang menuju Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi menanyakan kepada Siti Aisyah r.a., tentang orang yang mencarinya. Nabi mengatakan bahwa Uwais anak yang taat kepada orang ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi, Siti Aisyah r.a. dan para sahabat tertegun. Menurut keterangan Siti Aisyah r.a. memang benar ada yang mencari Nabi dan segera pulang ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Nabi Muhammad melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al Qarni, penghuni langit itu, kepada sahabatnya, “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih di tengah telapak tangannya.”

Sesudah itu Nabi memandang kepada Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khaththab seraya berkata, “Suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Waktu terus berganti, dan Nabi kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khaththab. suatu ketika Khalifah Umar teringat akan sabda Nabi tentang Uwais Al Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu. yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa Khalifah Umar dan sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib selalu menanyakan dia?

Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang baru datang dari Yaman, segera Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib segera pergi menjumpai Uwais Al Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang salat. Setelah mengakhiri salatnya dengan salam, Uwais menjawab salam Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib sambil mendekati kedua sahabat Nabi tersebut dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah dengan segera membalikan telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan Nabi. Memang benar! Tampaklah tanda putihdi telapak tangan Uwais Al Qarni.

Wajah Uwais nampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi. Bahwa ia adalah penghuni langit. Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah”. Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al Qarni”.

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. akhirnya Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib memohon agar Uwais membacakan doa dan Istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “Saya lah yang harus meminta do’a pada kalian”.

Mendengar perkataan Uwais, “Khalifah berkata, “Kami datang kesini untuk mohon doa dan istighfar dari Anda”. Seperti dikatakan Rasulullah sebelum wafatnya. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais Al Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menampik dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”

Fenomena ketika Uwais Al Qarni Wafat


Beberapa tahun kemudian, Uwais Al Qarni berpulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan di mandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang ingin berebutan ingin memandikannya. Dan ketika di bawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana pun sudah ada orang-orang yang sudah menunggu untuk mengafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburannya, di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa ke pekuburannya, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk menusungnya.    

Meninggalnya Uwais Al Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak kenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais Al Qarni adalah seorang yang fakir yang tidak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.

Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya engkau Wahai Uwais Al Qarni? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai pengembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatnya, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal.mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya.”

Berita meninggalnya Uwais Al Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi ketika wafatnya telah tersebar kemana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Uwais Al Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al Qarni disebabkan permintaan Uwais Al Qarni sendiri kepada Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib agar merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagaimana yang telah di sabdakan oleh Nabi, bahwa Uwais Al Qarni adalah penghuni langit.

Begitulah Uwais Al Qarni, sosok yang sangat berbakti kepada orang tua, dan itu sesuai dengan sabda Rasulullah ketika beliau ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau menjawab, “Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu.” (HR Ibnu Majah).


M. Haromain,
Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri;
Berdomisili di Pondok Pesantren Nurun ala Nur Bogangan Utara Wonosobo

sumber : http://www.nu.or.id/post/read/65059/kisah-uwais-al-qarni-pemuda-istimewa-di-mata-rasulullah

Klik Disini untuk kembali ke halaman depan Mading

Rabu, 20 Agustus 2014

Interpersonal Yang Tak Total

Interpersonal Yang Tak Total

Status Facebook
Sukses menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki makna berhasil. Menurut saya pribadi, keberhasilan datang jika kita melakukan sesuatu yang sebenarnya sangat sulit bagi kita. Perasaan kita pun sangat senang sekali setelah melakukan hal tersebut, meski tidak ada pengakuan dari orang lain.

Saya, Achmad Ghozali, menilai diri saya sendiri setelah mempelajari Multiple Intelligences bahwa saya orang yang kurang dalam hal Intrerpersonal. Ya, saya akui, saya sangat sulit basa-basi menawarkan makanan kepada orang lain. Saya sangat enggan berkunjung ke rumah orang. Saya ragu untuk memulai pembicaraan dengan orang lain yang belum saya kenal dalam kendaraan. Dan yang paling mencirikan diri saya adalah saya sulit berempati atau merasakan perasaan orang lain.

Lalu, apa kesuksesan saya?

Tahun 2010, setelah saya resmi menjadi guru di SD Juara Bandung, saya belajar banyak tentang Multiple Intelligences dan itu membuat saya menjadi lebih bijak menghadapi orang lain. Tahu pertama dan kedua, saya sangat mudah marah terhadap anak-anak. Bahkan untuk mengucapkan kata “sayang” saja kepada anak-anak itu susah sekali. Sesekali saya melihat guru lain dan kepala sekolah yang sering mengucapkan kata “sayang”. Akhirnya di tahun ketiga saya bisa mengucapkan kata “sayang” bahkan sekarang saya selalu mengucapkannya ketika menyapa anak-anak.

Bagi saya, sukses terbesar dalam hidupku adalah bisa menjadi lebih bijaksana terhadap orang lain.