Tampilkan postingan dengan label Guru Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru Menulis. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Maret 2022

 Kebersamaan yang Hampir Usai

Kebersamaan yang Hampir Usai


Tak terasa, mengajar dan membersamai kelas 6 angkatan ke 13 sudah 8 bulan, 3 bulan kedepan mereka akan meninggalkan sekolah.

Ada suka dan duka dalam membersamai kelas 6 ini.
Beberapa moment terbaik di antaranya adalah mereka membuat kejutan di hari guru saat semua sekelas masuk pada jam titiq saat masih PTM bergantian dengan PJJ.

Ternyata malam hari mereka berinisiatif untuk mengadakan kejutan untuk kami di hari guru dengan mengumpulkan uang jajan untuk membeli berbagai macam kue.
Dan yang begitu terharunya, ada siswa putra yang tidak bisa tidur karena ingin cepat-cepat masuk esok harinya, padahal selama ini anak tersebut dikenal dengan anak yang tidak mau masuk sekolah tepat waktu, bahkan saat awal masuk harus di jemput dengan di pangku wali kelas nya untuk masuk kelas. Sungguh mereka sekarang sudah mulai beranjak remaja, mereka sudah merasa senang dan nyaman di sekolah dan kelas.

Dalam kejutaan untuk kami para guru, ada siswa yang membawa inisiatif youghurt jualan orang tuanya buat wali kelas dan teman-teman saat makan kue bersama. Dan hasil iuran tersebut memang mereka agendakan untuk memberi guru-guru 2 nampan besar kue dan 1 kotak brownies wali kelas, 1 kotak lagi di makan bersama teman-temannya. Hari guru suasananya seperti merayakan hari milad.

Saya sebagai wali kelas mereka merasa senang dengan keinginannya mereka berakivitas, mereka antusias saat diberikan tugas kelompok BPJL ( Best Projek Learning ) dimana setiap bulan mereka memiliki produk digital untuk BPJL selama PJJ, mereka juga antusias saat GARDA di lakukan seleksi, setengah kelas mengajukan diri dan 2 orang gugur karena tidak ikut seleksi.

Satu kejadian yang membuat saya tersentuh adalah saat kehilangan HP. Ternyata saat masuk kelas anak-anak bercerita mereka mau iuran untuk membeli HP gantinya. Bahkan beberapa orangtua menghubungi menanyakan perihal HP yang hilang, dan keinginan anak-anak iuran membeli HP bahkan ada gerakan ingin memboikot warung sekitar sekolah tempat hilang HP. Alhamdulillah perhatian yang sungguh indah.

Kekompakan pun mulai terlihat jelas saat akan tampil pentas Kabaya Sunda, ada siswa yang tidak jadi ijin pergi keluar kota dengan orangtuanya karena bentrok dengan acara panggung kabisa bahkan yang lebih hebat nya adalah siswa yang pagi nya demam di sekolah, dia tahan sampai siang tidak pulang dan tidak istirahat di UKS karena ingin mensukseskan acara Kabaya Sunda.

Semoga anak-anak kelas 6 angkatan 13 ini lebih baik lagi dari akhlaq dan prestasi di SMP nanti, dan karakter JUARA terbawa sampai kapanpun. Aamiin ya Rabb, Senang membersamai kalian selama ini.







Jumat, 26 November 2021

Menjadi Guru yang Berbahagia di Kelas 2B

Menjadi Guru yang Berbahagia di Kelas 2B

Tanggal 24 dan 25 Nopember ini menjadi hari yang istimewa untuk kelas 2B. Mengapa? Karena kelas 2B kebagian solat duha di sekolah.

Ya... Ini kali pertamanya mereka solat berjamaah di sekolah. Kok, berjamaah? Betul sekali, solat duha di SD Juara Bandung dilakukan dengan berjamaah dan suaranya dikeraskan. Semuanya semata-mata sebagai bentuk pembelajaran dan pembiasaan.

Di hari Rabu, ada Bang Arga yang menjadi imam. Dengan peci UAS warna abunya sesuai dengan celana seragam yang digunakan, terlihat gagah.

Solat Duha dilakukan berjamaah dan bacaannya dikeraskan. Bu Ida sebagi walas ditemani Kak Elma pengajar TiTiQ, membimbing semua bacaannya. Mulai dari takbiratul ihram sampai akhir doa solat Duha. Panjaaaang... Sampai membutuhkan waktu 30 menit.

Uuhh... Lumayan... Membuat tenggorokan Bu Ida dan Kak Elma kering.

Selesai solat, langsung ke kelas.

“Silakan minum”, Bu Ida yang kehausan pun langsung menyuruh anak-anak minum sekaligus membuka tutup tempat minumnya dan langsung glek.. glek... glek.

Baru saja duduk, anak-anak langsung berhamburan ke depan menuju meja Bu Ida dengan membawa sesuatu. Ya... Mereka memberikan tanda cinta mereka untuk Bu Ida di Hari Guru.

“Selamat Hari Guru, Bu Ida....” Serempak mereka berucap.

Bu Ida yang baru selesai minum, terkaget-kaget. Matanya berbinar kemudian mengabur terhalang oleh genangan yang mulai muncul. Senyum pun terkembang.

“Terima kasih...” Ditahannya genangan yang sudah hampir jatuh.

“Sini, Bu Ida ingin peluk.” Anak-anak putri pun dikumpulkan dalam pelukannya. “Ya, Allaah... Bahagianya....” terucap jauh di lubuk hatinya.

“Maaf, ya... anak laki-laki tidak Bu Ida peluk, sudah lebih dari 5 tahun.” Begitu ujar Bu Ida.

“Terima kasih anak-anakku...” Sekali lagi Bu Ida mengungkapkan rasa terima kasihnya.

Kemudian pembelajaran pun dilakukan seperti biasa. Diawali dengan TiTiQ, masuk kemudian pembelajaran BSL bersama Bu Sonia. Asyiiik... Karena Bu Sonia itu belajarnya banyak game.

Selesai pembelajaran, ada dua orang anak yang akan ujian UMMI, yaitu Kimi dan Ziyan.

Dan ternyata, di bawah, ada beberapa orang tua kelas 2B yang sudah hadir di sekolah. Ternyata mereka memberikan kejutan juga untuk sekolah. Ada tanda mata dari para Bunda yang diberikan oleh ketua POM kelas kepada Pak Tito sebagai kepala sekolah. Indah... Tersungging senyum di wajah Pak Tito. Dan kembali senyum pun terkembang di wajah Bu Ida.

Masuk kembali ke ruang guru, Alhamdulillaah... Kimi dan Ziyan lulus. Senyum pun semakin terkembang di wajah Bu Ida, sang Wali kelas.

Sampai kemudian para orang tua dan anak-anak meninggalkan sekolah... Senyum tetap terkembang di wajah Bu Ida.

Hari Kamis, bagian kedua untuk solat duha. Bu Ida terdahului oleh beberapa anak yang sangat bersemangat untuk sekolah. Baru turun dari motor, sudah disambut teriakan dan salam. Waah... hari ini pasti akan sangat bersemangat.

Anak-anak menyimpan tas ke kelas, kemudian turun kembali membawa alat solatnya. Mesjid menjadi tujuan. Berwudu pun dilakukan, karena ternyata banyak yang belum berwudu di rumah.

Penjelasan tentang solat duha pun Bu Ida sampaikan, karena memang ini pengalaman perdana untuk anak-anak. Tak bisa diam di tempat. Kelompok hari Kamis ini lebih heboh dibanding kelompok hari Rabu kemarin. Teriakan Bu Ida harus lebih keras dibanding kemarin. Hi..hi..hi...

Ada A Ail yang menjadi imam. Meskipun badannya paling kecil, tetapi semua teman sepakat  A Ail yang menjadi imam karena bacaan dan hafalan Qurannya paling bagus. Solat duha pun dilaksanakan.

Selesai solat dan doa, keluar dari mesjid anak-anak berebut. Memakai sepatu membutuhkan waktu agak lama untuk anak laki-laki. Sementara untuk anak putri, ada yang mengaku belum bisa melipat mukena. Bu Ida kemudian membimbing untuk melipat mukena dengan dicontohkan.

Naik ke kelas, diawali doa kemudian TiTiQ. Karena hari ini pelajaran Bu Ida, jadi untuk waktu lebih leluasa.

Selesai TiTiQ, Bu Ida mengajak anak-anak ke bawah menuju gerbang. Ya, yang PTM belajar hari ini belajar pola bangun ruang. Lingkungan sekolah menjadi media pembelajaran yang efektif untuk materi ini.

Dari gerbang, Bu Ida ajak anak-anak ke mesjid. Buka sepatu lagi. Di dalam mesjid kemudian ke tempat wudu. Keluar, memakai sepatu lagi, dan pergi menuju selasar gedung baru. Di bawa lagi ke belakang gedung baru.

Waah... banyak sekali media yang bisa dimanfaatkan. Cape? Lelah? Ya... tapi anak-anak terlihat senang. Senyum pun terkembang di wajah Bu Ida.

Naik lagi, dan masuk ke kelas. Kali ini tentu saja pengerjaan tugasnya, tentang pola bangun ruang. Dari 13 anak yang hadir PTM, 10 orang bisa mengerjakan tugas langsung betul semua. Hadiah pun Bu Ida berikan sebagai apresiasi. Dan... kembali senyum pun terkembang di wajah Bu Ida.

Selesai pembelajaran, ditutup dengan doa.

“Wuihhhh, lelahnya... Alhamdulillah selesai”, Begitu batin Bu Ida.

“Selamat Hari Guru Bu Ida...” Tiba-tiba anak-anak kembali berhamburan menuju meja Bu Ida dengan membawa “karangan bunga”. Bu Ida yang kelelahan, kembali kaget. Bahagia.

“Bu Ida baca kertas aku, aku buat sendiri”, Ghozi berujar.

Ketas HVS putih ukuran A4 yang terlipat-lipat itu pun diambil Bu Ida dan kemudian “Bu Ida Selamat Hari Guru”, isinya dibacakan. Tanpa diperintah, pandangan mengabur karena genangan air muncul.

“Terima kasih, anak-anak...”

“Eh, Kak Keela kenapa?” Spontan Bu Ida berteriak dan beranjak dari tempat duduk ketika melihat salah satu muridnya masih di kursinya sibuk dengan sesuatu.

“Ini pada copot. Aku buat ini sama Mamam untuk Bu Ida...” Begitu selorohnya.

Pelukan, itu jawaban Bu Ida kepada Keela. Dan berbisik, “Terima kasih, Solihah...”

Bu Ida pun bantu merapikan tanda cinta Keela untuk dirinya itu.

Mmmhhh...

Senyum pun kembali terkembang di wajah Bu Ida.

Menjadi guru yang berbahagia di kelas 2B.

Terima kasih anak-anakku... Terima kasih para Bunda ... Untuk semua rasa cinta, perhatian, dukungan, partnership juga hadiah-hadiahnya untuk kami para guru.

Love you all...








Kamis, 28 Oktober 2021

Menulis Itu Menyenangkan

Menulis Itu Menyenangkan



Beberapa waktu yang lalu, peserta didik kelas 4, 5 dan 6, kedatangan guru tamu, seorang penulis naskah film "Kembalinya Raden Kian Santang".
Guru tamu tersebut bernama Nur Baiti, S.Pd. Nama penanya "Hikaru"
Beliau diundang, untuk memberikan pencerahan kepada peserta didik kelas 4, 5 dan 6, agar termotivasi untuk membuat karya tulis.

Beliau mulai menulis sejak SMP, dan menghasilkan belasan buku, termasuk novel, naskah komik, antologi, dan catatan perjalanan. Beliau juga merupakan salah satu penulis Indonesia, yang terpilih dalam program workshop novel Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) 2016. Dan sampai saat ini, beliau masih aktif menulis novel dan skenario.

Beliau menjelaskan bahwa agar suka menulis, berarti kita harus suka membaca agar wawasan kita semakin luas, kemudian juga harus banyak berlatih menulis sedikit demi sedikit tentang  cerita keseharian, agar terbiasa menulis.
Beliau juga menjelaskan, bahwa dalam menulis cerita, harus ada 4 unsur, yaitu tokoh utama, keinginan, latar tempat, dan akhir cerita.

Setelah pemaparan selesai, berlangsung sesi tanya jawab dan dilanjutkan dengan  menulis sebuah cerita. Peserta didik terlihat sangat antusias, dan bersemangat dari awal hingga akhir sesi.






Minggu, 30 Agustus 2020

Pembiasaan Anak Anak Kelas 1A

Pembiasaan Anak Anak Kelas 1A



Oleh : Ibu Nurliya Dwi Primawanti, S.T.

Tidak terasa sudah sekitar 1 bulan peserta didik kelas 1 belajar di SD Juara Bandung. Pembelajaran di tahun pelajaran 2020-2021 memang berbeda dari biasanya. Menjadi peserta didik jenjang SD adalah hal yang sangat mereka tunggu. Banyak dari mereka sangat antusias untuk bisa belajar di Sekolah Dasar. Seharusnya mereka bisa menikmati belajar di sekolah baru dengan teman, guru seragam, dan suasana sekolah baru. Namun keadaan di tengah pandemi Covid-19 ini mengharuskan mereka untuk tetap belajar di rumah.

Alhamdulillah, peserta didik kelas 1 paham dengan kondisi yang sekarang terjadi. Mereka juga tahu alasan mengapa mereka belum boleh belajar disekolah. Walalupun sesekali tetap mereka bertanya, “Ibu, kapan kita masuk sekolah?”.

Walaupun dari rumah, tetap pembelajaran dan pembiasaan harian juara diupayakan untuk terus dilaksanakan oleh peserta didik. Bagi kelas 1 pembiasaan harian juara yang diberlakukan di Sekolah adalah hal yang baru. Mulai dari bangun sebelum pukul 5  pagi, shalat 5 waktu, membereskan tempat tidur, senam pagi, sahalat dhuha, mencuci piring, magrib mengaji, dipeluk ayah/ibu, dan dongeng Ayah/ibu. Semuanya harus mereka laksanakan. Pembiasaan tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan. Butuh pengkondisian, pembiasaan, pengingat, dan itu semua bisa terlaksana dengan dukungan dan bantuan orang tua di rumah.

Alhamdulillah, sampai saat ini orangtua maupun peserta didik kelas 1 berusaha untuk bisa melaksanakan pembiasaan harian tersebut dengan baik. Setiap harinya pembiasaan yang dilakukan dilaporkan melalui aplikasi SD Juara Bandung. Tanggapan orangtuapun positif. Anak-anak Yang awalnya sulit bangun pagi, jadi terbiasa bangun pagi. Shalat 5 waktu yang awalnya sering bolong, alhamdulillah sedikit demi sedikit berkurang. Setiap magrib, anak-anak terkondisikan untuk mengaji. Butuh waktu, dan proses yang tidak mudah namun Insyaallah sekolah dan orangtua terus bekerjasama agar setiap program sekolah bisa terlaksana dengan baik. Hal ini semata-mata untuk kebaikan anak-anak, mencetak mereka menjadi pribadi yang cerdik (Cerdas, Mandiri dan Kompetitif).





Sabtu, 29 Agustus 2020

Kewalikelasan Online ala Kelas 1

Kewalikelasan Online ala Kelas 1


Oleh : Ibu Nurliya Dwi Primawanti, S.T (Wali Kelas 1)

Hari Sabtu pagi, saat ini menjadi waktu yang sangat ditunggu oleh wali kelas dan anak-anak kelas 1A. Mengapa? Karena di hari ini adalah jadwal berkumpulnya seluruh peserta didik kelas 1A bersama wali kelas. Walaupun belum bisa bertatap muka secara langsung, namun tidak menyurutkan rasa sukacita untuk bisa bertemu.

Kewalikelasan adalah salah satu program SD Juara Bandung. Dilaksanakan rutin setiap pagi hari di awal pembelajaran. Saat kondisi pembelajaran jarak jauh saat ini, alhamdulillah program ini tetap terlaksana. Dalam 1 pekan, ada 1 hari kewalikelasan tatap muka secara online. Inilah waktu yang sangat dinantikan oleh guru maupun peserta didik. Pada waktu tersebut, peserta didik bisa menyapa teman-teman mereka secara bersamaan. Suara riuh rendah menjadi hal yang sangat seru dan dinantikan. Ragam ekspresipun bisa tertangkap oleh kamera.

Pada kesempatan tersebut, dimanfaatkan oleh wali kelas untuk mengetahui kondisi siswa, menanyakan kabar, mengevaluasi pembiasaan harian yang dilaksanakan, berbagi cerita, melakukan pendekatan melalui kegiatan bernyanyi dan bercerita, mengevaluasi pembelajaran selama sepekan, serta muraja’ah hafalan surat Al-Qur’an. Kesempatan ini benar-benar sangat dimanfaatkan oleh guru untuk bisa berkomunikasi dengan peserta didik. Walaupun dengan waktu yang terbatas, alhamdulillah program ini bisa terlaksana dengan baik. Setiap pekan materi yang dibahas berbeda-beda, agar peserta didik mendapatkan banyak informasi yang bermanfaat. Sinyal yang tidak selalu baik juga terkadang menjadi kendala, namun respon peserta didik dan orangtua alhamdulillah baik.


Rabu, 10 April 2019

Classroom Management, Oleh Oleh Pelatihan di SD Gagas Ceria Kota Bandung

Classroom Management, Oleh Oleh Pelatihan di SD Gagas Ceria Kota Bandung


Oleh: Eva Liutfiana Sari, M.M.Pd.

Classroom Management (CM) merupakan langkah atau prosedur, agar pembelajaran berjalan dengan efektif.

Tugas utama dari Classroom Management adalah :
- Memfasilitasi proses belajar secara efektif.

- Membangun keteraturan dalam kelas, sehingga proses belajar dapat terjadi, baik secara proaktif maupun reaktif.

Proaktif disini mencakup :
- Menciptakan suasana dan lingkungan belajar.
- Mengelola aktivitas belajar.
Sedangkan yang termasuk pada reaktif, adalah :
- Mengelola misbehavior yang umum terjadi di kelas
- Studi kasus

Dalam Classroom Management, suasana dan lingkungan belajar sangat penting. Oleh karena itu penempatan posisi papan tulis, meja guru, meja siswa, ruang gerak, letak pintu, jendela, dsb sangat perlu untuk diperhatikan.

Psikologis siswa pun, menjadi hal penting yang harus sangat diperhatikan. Untuk mengawali pembelajaran, ada baiknya peserta didik saling bersalaman, saling senyum dengan kontak mata yang baik, serta saling mengapresiasi satu sama lain, untuk meminimalisir bad mood, serta untuk mempererat ikatan batin.

Hal lain yang sangat penting dalam Classroom Management adalah peraturan dan prosedur.

Peraturan digunakan untuk mengatur perilaku. Yang perlu diperhatikan dari peraturan tersebut, adalah :
- Masuk akal dan perlu.
- Jelas dan dimengerti.
- Sesuai dengan tujuan mengajar.
- Jumlahnya tidak banyak.
- Menjelaskan perilaku yang diinginkan.
- Kalimatnya singkat dan spesifik.
- Kalimat positif.
- Gunakan gambar. (Terutama untuk level kecil).
- Libatkan peserta didik dalam membuat peraturan.

Sedangkan prosedur digunakan untuk mengatur rutinitas harian, yang bertujuan untuk mengefektifkan waktu, meminimalkan kebingungan, dan untuk meminimalkan masalah disiplin atau misbehavior.

Semoga paparan mengenai Classroom Management ini, dapat membantu menciptakan pembelajaran yang efektif di kelas kita.

Sumber : Classroom Management Workshop @SD Gagas Ceria






Kamis, 28 Maret 2019

Ikhtiar Meraih Prestasi Berjenjang Tingkat Nasional  Melalui Lomba FLS2N 2019

Ikhtiar Meraih Prestasi Berjenjang Tingkat Nasional Melalui Lomba FLS2N 2019

Bilqis (Kelas 4) dalam Lomba Menyenyi
Oleh : Ronny Lesmana Hartono, S.Pd.

Bulan Februari dan Maret merupakan bulan dimana siswa dan sisiwi tingkat SD dikota Bandung secara serempak mengikuti berbagai lomba yang berjenjang untuk menuju lomba tingkat nasional. Mulai dari lomba Sapta PAI, Pasanggiri, O2SN, FLS2N, Literasi, dan OSN. Setiap siswa yang mewakili sekolahnya masing-masing akan berlomba terlebih dahulu ditingkat Kecamatan sebagai wakli sekolah, jika menjadi juara maka akan masuk tingkat Kota/Kabupaten sebagai wakil Kecamatan dan seterusnya.

SD Juara Bandung tidak tertinggal berpartisipasi dalam semua kegiatan, dengan mengirim siswa sisiwi yang sudah dipilih dan dilatih oleh guru-guru pembimbing dari internal maupun  eksternal. Salah datu kegiatan yang diikuti adalah FLS2N dengan mata lomba yang terdiri dari : gambar cerita, menari, menyanyi solo, pantomin, dan membuat karya anyaman. Walaupun SD Juara Bandung hanya mengikuti tiga mata lomba dari lima mata lomba, yaitu : gambar cerita menari, dan menyanyi solo.

Untuk menyanyi solo diwakili oleh Bilqis (siswi kelas 4), menari diwakili oleh team tari yang terdiri dari Nuha (siswi kelas 5), NInis (siswi kelas 4) dan Raisa (siswi kelas 4). Untuk mata lomba gambar cerita diwakili Alimi Syifa (siswi kelas 5). Persiapan untuk tiga mata lomba tersebut terbantu dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler menyanyi, menari dan menggambar sehingga sisiwi-siswi yang dikirim memang sudah terbina jauh-jauh hari sebelumnya. Tetapi untuk lebih mematangkan dilakukan latihan entensif agar hasilnya lebih baik lagi.

Hasil dari lomba FLS2N tingkat Kecamatan untuk menyanyi di posisi rangking 9, menari diposisi rangking 2 dan gambar cerita di posisi rangking 1. Sehingga Alimi Syifa berhak mewakili Kecamatan Panyileukan untuk mengikuti lomba ditingkat kota Banung.

Alimi Syifa saat ini terus menyiapkan diirnya untuk mengikuti lomba gambar cerita ditingkat kota Bandung, tema gambar yang telah ditetapkan oleh panitia adalah “Membantu Tetangga” terus dilatih oleh Alimi dibawah bimbingan Coach Indah. Setiap Selasa dan Jumat Alimi Syifa mendapatkan jam tambahan untuk berlatih gambar di jam 13.30-14.30. Bukan hal gampang dalam membuat cerita gambar ini karena gambar yang dibuat harus bisa menyampaikan pesan kepada yang melihatnya, selain itu aspek-aspek penilaian yang lain harus diperhatikan secara detail oleh Syifa. Mudah-mudahan prestasi yang diraih Syifa ditingkat Kota bisa mengantarkannya ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Aamiin.

Dari kegiatan FLS2N ini, menunjukkan kepada kita khususnya kami di SD Juara Bandung bahwa prestasi siswa/i bisa diraih tidak saja dibidang akademik dan olaharaga, tapi bisa diraih juga dibidang seni dan budaya. Oleh karena itu pengembangan minat dan bakat siswa/i harus diperhatikan dan difasilitasi secara menyeluruh oleh semua sekolah.

Selasa, 26 Maret 2019

RAIHAN, SANG BINTANG LAPANGAN

RAIHAN, SANG BINTANG LAPANGAN


Oleh : Nurliya Dwi Primawanti, S.T

Every Child deserves a champion (Rita Pierson). Ya, setiap anak layak dan berhak menjadi juara. Juara di bidang apapun. Dengan jalan dan caranya sendiri. Juara bukanlah melulu berkaitan dengan bidang akademik. Semua anak adalah unik. Mereka membawa bakat dan kelebihan masing-masing dalam dirinya. Mereka bisa menjadi juara di bidang akademik, seni, sosial, spiritual, juga olahraga. Tentunya untuk menjadi juara bukanlah hal yang mudah. Butuh mimpi, usaha, kerja keras yang tanpa henti, dan do’a tentunya.

Raihan Akmal Firdaus, akrab dipanggil Raihan. Sosoknya ramah dan santun. Ia adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Ayah Raihan, Bapak Khasbullah bekerja sebagai buruh. Sementara ibunya, ibu Rohayati adalah seorang ibu rumah tangga. Raihan adalah salah satu anak juara yang juga unik. Ia bersinar dibidang yang dipilihnya sendiri sesuai dengan hobinya. Raihan adalah bintang lapangan SD Juara Bandung.

Raihan sangat suka sekali bermain bola. Setiap hari di sela-sela kegiatan di sekolah maupun di rumah tak pernah lepas bercengkrama dengan si kulit bundar. Seperti sudah mendarah daging, buatnya bermain bola adalah kegiatan yang tidak bisa ia tinggalkan. Di awali dari hobi, akhirnya membuat Raihan mulai berpikir untuk berlatih lebih serius. Di sekolah, ia termasuk dalam tim inti Futsal SD Juara Bandung. Setiap jam ekskul dan olahraga ia berlatih bersama teman-temannya dibawah bimbingan guru dan pelatih ekskul futsal.

Seiring waktu, bakat yang dimiliki Raihan semakin terasah. Alhamdulillah datang tawaran untuk Raihan bergabung dengan salah satu sekolah sepak bola untuk anak, Bandung Pro. Ia mendapat keringanan dalam pembiayaannya. Di Klub tersebut Raihan semakin terampil memainkan si kulit bundar. Berbagai macam kompetisi sudah ia ikuti. Baik bersama tim dari SD Juara Bandung maupun bersama tim Bandung Pro. Dari kejuaraan yang pernah diikutinya, Raihan bersama tim berhasil memperoleh juara. Antara lain Kompetisi futsal di Al-Irsyad Satya Islamic School tahun 2018 mendapat juara II, selain itu pernah juga mengikuti kompetisi futsal di SMP Sains Al-Biruni tahun 2018 dan mendapat juara II.

Seringnya mengikuti kompetisi, membuat beberapa sekolah bola memperhatikan bakat Raihan. Bahkan sempat ada tawaran untuk mengikuti pelatihan sepak bola di Brunei Darussalam, gratis. Namun tawaran ini belum bisa dipenuhi karena belum mendapatkan ijin. Raihan tidak kecewa dan putus asa. Ia terus serius berlatih. Alhamdulillah, kesempatan Raihan untuk mengasah kemampuan sepak bolanya dengan bermain di luar negeri tercapai. Awal Maret 2019 lalu, Raihan beserta Tim Bandung Pro mengikuti “Champion Kuala Lumpur Cup” di Malaysia. Di situ ia bertemu dengan tim sepak bola anak-anak dari berbagai negara. Ada Malaysia, Singapura, Indonesia, Jepang, India. Kerja keras Raihan sebagai Kapten bersama teman-teman satu timnya membuahkan hasil. Mereka berhasil memperoleh juara 1. Pulang kembali ke tanah air dengan membawa harum nama Indonesia. Masyaallah, sungguh luar biasa perjuangannya sampai bisa di titik ini.

Saat pulang dan kembali lagi ke sekolah, Raihan banyak bercerita tentang pengalamannya. Mulai dari rasanya naik pesawat, pergi ke luar negeri, dan tentunya pengalaman seru selama pertandingan, bagaimana ia bersama tim harus berjuang mengalahkan tim sepak bola dari berbagai negara. Dalam 1 hari ia bisa bermain sampai 6 kali pertandingan.

Tak ada jalan yang mudah untuk meraih kesuksesan. Raihan sudah tahu itu. Ia tak kenal lelah untuk berlatih. Bahkan ia menyampaikan bahwa sebentar lagi akan ada kompetisi di Bandung, di mana nanti yang menang akan dikirim ke China. Bismillah, Insyaallah dengan kerja keras dan do’a semoga impiannya terkabul.

Raihan berharap ia bisa menjadi pemain sepak bola profesional. Berprestasi hingga keluar negeri. Ia ingin mengharumkan nama Indonesia, dan yang pasti ia ingin orang tuanya bangga dengan prestasi yang dicapainya. Dengan ijin Allah, Raihan akan semakin bersinar menjadi bintang lapangan sholih yang mendunia seperti halnya pemain bola panutannya Mohamed Salah. Aamiin.



Senin, 28 Januari 2019

Tingkatkan Budaya Membaca Di SD Juara Bandung

Tingkatkan Budaya Membaca Di SD Juara Bandung



Oleh : Nining Sriningsih, S.Psi.

Istilah literasi dalam bahasa latin disebut sebagai Literatus yang artinya adalah orang yang belajar. Berdasarkan pengertian dari sudut pandang dan berbagai sumber yang dibaca, dapat disimpulkan bahwa Literasi merupakan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh individu yang didalamnya meliputi kemampuan membaca, menulis, berbicara, menghitung, memecahkan masalah, bahkan mencakup kemampuan memahami dan mengenal ide-ide yang disampaikan secara visual. 

Berdasarkan dari hasil penelitian Programme for Internasional Student Assessment (PISA), menyebutkan bahwa budaya membaca masyarakat Indoneia pada tahun 2012 terburuk kedua dari 65 negara yang diteliti di dunia. Sungguh sangat ironis. Betapa sedihnya nengara ini karena mendapati hasil penelitian seperti itu. Namun, telepas dari hal tersebut PISA juga menempatkan posisi membaca siswa di Indonesia di urutan ke-57 dari 65 negara yang diteliti. Setidaknya dalam dunia pendidikan kita tidak mendapat urutan terbawah. 

Indonesia memang belum mengoptimalkan budaya literasi sendiri, dan tidak bisa kita pungkiri sebagian besar dari kita lebih memilih untuk menonton dibandingkan untuk berliterasi. Jadi, jika kita ibaratkan seperti pohon maka akar dari literasi itu belum tumbuh, dan itu merupakan masalah yang paling penting yang harus kita selelsaikan. Kita perlu untuk bangkit, menumbuhkan akar literasi dan harus menanamnya diberbagai aspek karena literasi merupakan alat yang paling penting untuk memajukan peradaban suatu bangsa.  

Budaya Literasi ini harus sudah  ditanamkan sejak usia dini agar mampu menjadi kebutuhan anak dan anak bisa mengenal bahan bacaaan serta menguasai dunia tulis-menulis. Untuk itu, kita perlu untuk megoptimalkan, membangkitkan gerakan literasi di sekolah. 

Seiring perkembangan zaman, banyak program dari pemerintah  yang bertema literasi yang bertujuan untuk menumbuhkan literasi pada generasi muda khususnya dikalangan pelajar. Untuk dapat memberikan stimulus kepada anak, salah satu program Gerakan Literasi sekolah di SD Juara Bandung yaitu dengan melakukan kegiatan membaca bersama wali kelas selama kurang lebih lima belas menit sebelum memulai kegiatan belajar-mengajar. Siswa siswi diwajibkan untuk membaca buku yang tersedia baik yang mereka bawa dari rumah atau meminjamnya di perpustakaan sekolah. Tidak hanya di sekolah, program literasi ini juga dilakukan di rumah. Kesibukan orang tua kerap kali membuat komunikasi anak dan orang tua kurang intensi. Padahal, keterlibatan orang tua dalam mendidik anak sangat diperlukan. Salah satu program yang di rancang di SD Juara Bandung yaitu dengan adanya kegiatan Dongeng Ayah Ibu (DAI) yang di khususkan untuk siswa kelas bawah, dan Aku Suka Baca (AsuBa) yang dilakukan oleh siswa kelas atas. Dengan adanya program literasi di rumah, orang tua dapat berdekatan secara intim dan komunikasi efektif pun berjalan dengan baik. 

Kegiatan mendongen sangat disukai oleh anak-anak, terlebih jika hal tersebut dilakukan bersama orangtua. Adapun waktu yang dijadwalkan untuk kegiatan DAI dan AsuBa tersebut yaitu berkisar selama 30 menit menjelang tidur, karena salah satu waktu yang tepat untuk mendongeng adalah menjelang tidur dimana pada saat itu kondisi otak sedang santai dan akan sangat mudah untuk menerima hal-hal yang bisa di tangkap sehingga kita bisa masukan pesan-pesan baik untuk anak. 

Seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya, salah satu tujuan dari adanya program Gerakan Literasi Sekolah yaitu menumbuhkan pola fikir yang kreatif dan menambah wawasan. Sehingga dalam hal ini sekolah pun memfasilitasi agar siswa dapat menceritakan atau menuliskan kembali bacaan yang sudah di baca, diantaranya dengan adanya Panggung Kabisa dan Mading Juara. Panggung kabisa merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Jum’at pagi, pada kegiatan ini tiap anak bisa menyampaikan kembali dihadapan teman-temannya mengenai bacaannya, drama cerita, atau membacakan puisi yang dibuatnya. Sementara itu, untuk siswa yang lebih menyukai tulisan bisa menuliskan ringkasan ceritanya dan menempelkannya di mading sekolah. 

Tidak hanya siswa juara, guru juara pun mempunyai keharusan untuk ikut serta dalam Gerakan Literasi Sekolah. Guru juara memiliki jadwal yang sudah ditentukan untuk menulis dan membaca di setiap pekan pada saat Inspirasi Pagi, bahkan bacaannya pun bisa disampaikan keteman-teman yang lain ketika mendapti tugas menjadi Inspirator di kegiatan inspirasi pagi. Selain itu, guru juara dapat membuat karya berupa tulisan untuk di rillis di media sosial. 

Dengan adanya program Gerakan Literasi Sekolah ini diharapkan dapat meningkatkan budaya literasi di sekolah sehingga wawasan dan pengetahuan siswa dan guru juara dapat bertambah banyak pula . Program Gerakan Literasi Sekolah sangat menyenangkan untuk warga SD Juara Bandung, tidak hanya siswa yang terlibat tapi guru dan orangtua berkolaborasi menggerakkan Program ini agar salah satu tujuan sekolah dapat tercapai yaitu menjadikan pemimpin yang kreatif dan berilmu.

Rabu, 23 Januari 2019

Ilma, Calon Penulis Masa Depan

Ilma, Calon Penulis Masa Depan



Oleh : Nurliya Dwi Primawanti, S.T.

Ilma Anis Nashiroh, itulah nama lengkapnya. Gadis berpembawaan tenang ini biasa dipanggil Ilma. Ia merupakan putri bungsu dari bapak Sumartoni dan Ibu Suprapti. Walaupun anak bungsu,  Ilma termasuk anak yang mandiri dan tangguh. Ayah Ilma bekerja sebagai security di sebuah kompleks perumahan, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang juga mengajar ngaji di sebuah yayasan. 

Ilma masuk ke SD Juara Bandung dari kelas 1, yaitu di tahun 2012. Di kesehariannya, Ilma adalah anak yang tidak banyak bicara. Namun demikian ia cukup baik dalam bergaul. Ia juga termasuk anak yang cerdas dan percaya diri. Alhamdulillah, di kelas ia termasuk anak yang berprestasi. Ia selalu masuk 5 besar. 

Ilma sangat suka membaca. Membaca buku apa saja. Di rumah, di sekolah, ia biasa menghabiskan waktu luangnya untuk membaca. Di rumahnya, Ilma beserta Kakaknya memang sudah dikondisikan agar gemar membaca. Buku bacaan di rumahnya cukup beragam. Di  sekolahpun Ilma sering menghabiskan waktu istirahatnya di perpustakaan. Ia termasuk salah satu siswa yang sering meminjam buku dari perpustakaan. 

Dari hobinya membaca, alhamdulillah memberi banyak dampak positif untuk Ilma. Selain pengetahuannya bertambah, ia juga bisa mengembangkan bakat lainnya yaitu menulis. Ya, Ilma suka menulis cerita. Alhamdulillah, dari cerita-cerita yang di tulis, imajinasinya pun bertambah. Tulisan-tulisan Ilma, selama ini belum pernah dipublikasikan. Hanya sebatas dibaca oleh orang-orang terdekatnya. Guru, teman, dan orang tua. 

Orang tua Ilma menyadari bakat menulis yang dimiliki Ilma tersebut. Sampai akhirnya pada sebuah kesempatan, ayahnya mendapat informasi ada lomba menulis yang diselenggarakan oleh sebuah penerbit terkenal. Kesempatan inipun tidak di sia-siakan. Kedua orangtua Ilma mendorongnya untuk ikut serta dalam lomba tersebut. Ilma pun membuat sebuah cerita yang ia beri judul “Gadis Kecil, Raksasa Laut dan Rumah Kaca”. Ia menyusunnya dengan mengikuti persyaratan yang diberikan oleh pihak panitia. Setelah cerita selesai ditulis,Ilma memperlihatkan terlebih dahulu kepada kakaknya untuk di edit dan diberi tanggapan. Setelah dirasa tepat, naskah tulisan yang telah selesai dibuat dikirimkan ke penerbit tersebut. 

Setelah beberapa waktu berselang, pengumuman pemenang di umumkan melalui sosial media. Alhamdulillah, ternyata Ilma berhasil meraih juara ke-2. Bukan main bangganya Ilma, orang tua, guru dan juga teman-temannya di sekolah saat mengetahui hasil lomba yang diumumkan. Ini adalah prestasi yang luar biasa. Ia dan orang tuanya sendiri tidak menyangka tulisannya bisa masuk sebagai salah satu yang terbaik. Lomba ini tentunya banyak diikuti oleh penulis-penulis cilik se-Indonesia, dan tulisan Ilma berhasil menjadi salah satu yang terbaik.  

Prestasi yang diraihnya ini tentu memberikan kepercayaan diri bagi Ilma untuk terus mengembangkan bakat dan hobinya. Dari juara lomba tersebut, alhamdulillah Ilma mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 2.500.000,00. Uang tersebut sebagian ia tabungkan, dan sebagian lagi ia sumbangkan untuk kegiatan sosial. 

Selain menulis, Ilma juga cukup banyak mengikuti kegiatan yang mendukung kemampuannya. Antara lain, sebagai anggota Dokcil di sekolah, peserta karantina Tahfizh di SD Juara Bandung dan Karate di lingkungan rumahnya. Dari kegiatan yang ia ikuti, alhamdulillah bisa mendukung prestasinya. Ia pernah mengikuti lomba Dokcil Persahabatan antar bangsa dengan Sekolah Kebangsaan Malaysia, mengikuti lomba-lomba Tahfizh yang di selenggarakan di luar sekolah, dan juga lomba karate pada ajang O2SN antar Sekolah Dasar se-Kecamatan Cibeunying Kidul dan Kecamatan Panyileukan. 

Prestasi yang telah ia dapatkan menjadi motivasi untuk Ilma lebih banyak belajar agar bisa menjadi seorang penulis yang hebat dan bermanfaat nantinya. Jika besar nanti, Ilma bercita-cita menjadi seorang guru yang juga seorang penulis. Ia juga ingin menjadi seorang Hafizhah. Alhamdulillah saat ini Ilma sudah hafal 6 juz dalam Al-Qur’an. Mohon do’anya semoga Ilma bisa mewujudkan cita-cita mulianya. 

Selasa, 22 Januari 2019

Ekskul Panahan SD Juara Bandung : Antara Sunnah dan Prestasi

Ekskul Panahan SD Juara Bandung : Antara Sunnah dan Prestasi



Oleh : Ronny Lesmana Hartono, S.Pd.

Olahraga panahan saat ini sedang ramai menjadi sebuah kegiatan positif yang bisa dilakukan oleh berbagai kalangan dan usia. Beberapa sekolah pun menjadikan olahraga ini sebagai salah satu kegiatan eksrakurikuler, begitu pula dengan SD Juara Bandung yang menfasilitasi siswa siswinya untuk berlatih olahraga panahan. 

Mempelajari olahraga ini merupakan salah satu sunah Rasululloh SAW , dimana dalam satu hadits dinyatakan : “Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah” (HR Bukhari dan Muslim), dalam hadits yang lain dinyatakan “Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda)” (HR Muslim). 

Olahraga memanah menurut beberapa pelatih dan praktisi dari panahan ketika berbinncang-bincang dengan penulis, sangatlah banyak manfaatnya, diantaranya : melatih konsentrasi, melatih emosi, dan melatih jiwa. Salah satu manfaat memanaha bagi seorang muslim adalah kemampuan untuk bisa mengalahkan diri sendiri bukan orang lain, karena menurut para praktisi olahraga lawan terberat adlah diri kita sendiri. 

Saat ini kegiatan ekstrakurikuler panahan SD Juara Bandung ditangani oleh Coach Dani beserta teamnya.  Sebanyak tujuh siswa siswi bergabung dalam ekskul panahan SD Juara Bandung. Alhamdulillah torehan prestasi ekskul panahan cukup memuaskan dengan menjadi juara satu pada kejuaraan panahan seJawa Barat yang diadakan oleh Yayasan MH Kota Bandung. Saat itu SD Juara Bandung diwakili oleh Ihsan Abdullah dan bisa menunjukkan pretasi terbaiknya di kejuaraan panahan padadal Ihsan baru saja mengikuti lomba untuk pertama kalinya. 

Insya Alloh kegiatan ekskul panahan SD Juara bandung dalam upaya menjaga sunah dan membentuk insan yang sehat serta berprestasi. 

Selasa, 30 Oktober 2018

AZMI SANG PENDEKAR SHOLIH

AZMI SANG PENDEKAR SHOLIH

 

Oleh : Nurliya Dwi Primawanti, ST (Guru Kelas VI SD Juara Bandung)

“Bu, Assalamu’alaikum!”. Setiap pagi jika bertemu selalu menyapa penuh santun. Sosok yang santun itu bernama Muhammad ‘Azmi Ramadhan. Ia biasa disapa Azmi. Azmi adalah anak pertama dari Bapak Ngatrifin dan Ibu Enok Rohayani. Sebagai anak paling besar di keluarganya, Azmi di didik untuk mandiri dan bertanggung jawab. Orang tuanya medidik Azmi agar mampu memberikan contoh yang baik bagi adik-adiknya. Azmi memiliki 2 orang adik, perempuan dan laki-laki. Ayah Azmi bekerja wiraswasta, sedangkan ibunya bekerja sebagai salah satu pengajar di SD Juara Bandung.

Tahun 2015, Azmi masuk ke SD Juara Bandung di kelas 3. Awalnya, Azmi ikut Ekskul menggambar karena ia memang suka menggambar. Saat kelas IV, ia mencoba ikut mendaftar di Ekskul Silat. Setelah di lakukan tes, ternyata Azmi di terima. Awalnya Azmi masuk ekskul silat hanya untuk membekali dirinya dengan ilmu beladiri. Namun siapa sangka, di ekskul inilah akhirnya potensi Azmi tergali dan mendapatkan prestasi yang sangat membanggakan.

Pertama kali Azmi di ikutkan dalam Kejuaraan Nasional Silat JKTC oleh pelatih silatnya di tahun 2016. Itu adalah pengalaman pertama bagi Azmi. Persiapan untuk mengikuti pertandingan dilakukan jauh-jauh hari. Azmi termasuk salah satu atlet silat SD Juara Bandung yang tangguh. Setiap latihan ia selalu hadir, walaupun itu dilakukan di hari libur. Ia selalu berlatih dengan semangat. Bapak Ronny Lesmana Hartono sebagai pelatih silatnya juga menilai bahwa Azmi adalah salah satu atlet yang diandalkan dan punya sikap yang baik. Ia berani, tangguh dan pantang menyerah. Alhamdulillah, di kejuaraan Nasional JKTC ke-6 di tahun 2016 yang merupakan pengalaman pertama buat Azmi, ia dapat meraih medali perak.

Melihat bakat dan kemampuan Azmi dalam olahraga silat, Bapak Ronny selaku pelatih terus mengasah kemampuan Azmi agar lebih berkembang. Alhamdulillah dengan terus berlatih penuh semangat, dan dengan dukungan dari kedua orang tuanya, Azmi terus bisa mengukir prestasi. Di Kejuaraan Silat anatar sekolah se-Kota Bandung yang di selenggarakan oleh SD Bintang Madani tahun 2016, Azmi berhasil meraih medali Emas. Di Kejuaraan Nasional JKTC ke-7 tahun 2017 dan JKTC ke-10 yang baru selesai diselenggarakan di bulan Oktober 2018 ini, Azmi kembali meraih medali emas. Selain aktif di silat, Azmi juga sempat tergabung dalam anggota Dokcil (Dokter Kecil) SD Juara Bandung. Di Klub ini, bersama teman-teman Dokcilnya Azmi pernah mengikuti Program Kolaborasi Antar Bangsa Indonesia-Malaysia yang di selenggarakan di SD Juara Bandung dan meraih Juara 2 kategori Health Explorasion (Cerdas Cermat). Di awal tahun 2018 Azmi juga pernah mengikuti lomba pentas PAI dan meraih Juara 3 lomba Shalat berjama’ah se-Kecamatan Panyileukan, dan Juara 3 lomba Cerita bergambar se-Kecamatan Panyileukan pada acara Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

Saat ini, Azmi sudah duduk di kelas VI. Di kesehariannya Azmi sosok anak yang baik, ramah dan santun. Ia termasuk anak yang mudah bergaul dengan siapa saja. Selain Silat, Azmi juga suka bermain bola, bersepeda dan bermain catur bersama teman-temannya. Di kelas, Azmi juga di kenal rajin dan punya inisiatif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tanpa perlu diminta, ia sering merapihkan kelas di sela-sela istirahatnya. Jika ia melihat hal yang tidak beres/berantakan, dengan sigap ia langsung mau membereskan. Sikap-sikap yang ditunjukkan Azmi di sekolah tentunya tidak terlepas dari pembiasaan-pembiasaan yang diterapkan kedua orangtuanya di rumah. Orangtua Azmi mendidiknya dengan kedisiplinan.

Di rumah, Azmi dibiasakan untuk dilibatkan dalam pekerjaan rumah, seperti membereskan rumah atau menyapu lantai. Saat libur, Ia dibiasakan untuk shalat subuh berjama’ah di masjid. Shalat lima waktu lainnya pun diusahakan untuk dilaksanakan tepat waktu dan berjama’ah di masjid. Untuk Shaum sunah pun orang tuanya mulai memperkenalkan dan mengajak Azmi untuk ikut melaksanakan. Seperti puasa 6 hari di bulan Syawal dan Puasa Arafah, alhamdulillah Azmi sudah ikut melaksanakannya. Penanaman nilai-nilai islam dan ibadah inilah yang bisa menjadikan Azmi sebagai panutan bagi teman-temannya. Untuk pelajaran Tilawah dan Tahfizh Qur’an (TTQ), pencapaian Tilawah Azmi sudah masuk ke Al-Qur’an surat Maryam. Untuk hafalan surat, alhamdulillah Azmi sudah menyelesaikan hafalan surat di Juz 30. Saat ini ia sudah mulai masuk hafalan juz 29. Semoga ia dimudahkan oleh Allah untuk menambah hafalan Al-Qur’annya.

Azmi berharap, ia terus bisa berlatih silat dan meningkatkan kemampuan beladirinya. Ia bercita-cita  menjadi atlet silat dan pengusaha yang juga Hafizh Qur’an. Azmi memohon do’a dari semua agar apa yang ia cita-citakan bisa tercapai. Azmi pun berterimakasih kepada donatur dan Sekolah Juara yang sudah memberinya kesempatan untuk belajar dan mengembangkan potensinya.

Jumat, 09 Februari 2018

HARAPAN KECIL SEORANG PUTRI

HARAPAN KECIL SEORANG PUTRI

Khaerunnisa Putriyani

Oleh : Achmad Ghozali, S.Pd.

Putri, begitulah dia akrab disapa oleh teman-teman disekolahnya. Bocah 9 tahun yang memiliki nama asli Khaerunnisa Putriyani ini merupakan anak dari Ibu Lina dan Bapak Darta. Mereka merantau dari Kabupaten Brebes ke Kota Bandung ini sejak putri masih berusia 2 tahun. Bapak Darta tidak mempunyai pekerjaaan tetap, begitu juga dengan Ibu Lina. Mereka bekerja sebagai penjaga kos-kosan mahasiswa di wilayah Cibeunying Kidul. Sejak kecil putri tinggal di salah satu kamar yang luasnya 3x4 meter yang disediakan oleh sang pemilik kontrakan. Bapak darta bertugas sebagai penjaga kebersihan kos-kosan seperti menyapu dan mengepel sedangkan Ibu Lina menyediakan makanan para mahasiswa yang memesan makanan. Inilah penghasilan tambahan mereka yakni menyediakan minuman dan makanan bagi mereka yang memesan.

Tahun 2015 Ibu Lina memdaftarkan Putri ke SD Juara Bandung, karena saat itu lokasinya sangat dekat dengan tempat tinggal Putri. Putri diterima oleh sekolah karena prioritas jarak dan kondisi ekonomi. Tak salah sekolah menerimanya, ternyata putri mempunyai kecerdasan yang bagus. Pantas saja dia sudah bisa menyelesaikan Ummi Jilid 4 di kelas 1 mengungguli teman-temannya. Ketika putri duduk di kelas 2, dia sudah menyelesaikan 6 Jilid Ummi dan dinyatakan mampu membaca Al – Qur’an dengan baik. Ternyata, Ibu Lina membiasakan diri untuk mengaji bersama dengan Putri di rumah sehingga stimulus yang didapatkan putri lebih banyak dan akhirnya Putri selalu siap untuk di tes ketika pembelajaran Al – Qur’an di sekolah.

Dipenghujung tahun 2017 tepatnya saat dia masuk semester 2 kelas 3, Putri lolos tes seleksi kelas akselerasi khusus tahfidz di SD Juara Bandung. Kelas ini diperuntukan bagi mereka yang sudah lancar membaca Al-Qur’an dan sudah menamatkan hafalan juz 30. Putri mempunyai daya ingat yang cukup baik. Meski tempat tinggal Putri kurang kondusif, seperti banyaknya mahasiswa yang membuat gaduh dan bercanda sampai tertawa terbahak bahak, itu tidak membuatnya patah semangat untuk menghafal Al Qur'an. Putri mampu menghafal 10 - 20 ayat di Juz 29 setiap harinya. Bahkan pernah ketika gurunya menargetkan 5 ayat, Putri malah setor 30 ayat. Bahkan hafalannya mampu mengungguli kakak kelasnya.

Kini putri sudah memasuki awal pembelajaran di kelas 4. Juz 29 pun sudah ia tamatkan. Siswi yang hobinya bermain sepeda ini mengungkapkan bahwa ia lebih sedikit bermain dan lebih banyak berada di dalam rumah. Aktifitas Putri pun sungguh sangat bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman kelasnya. Di hari sekolah Putri bangun ketika Subuh dan bersiap siap pergi ke sekolah pkl. 06.00. Karena lokasi sekolah pindah ke wilayah Bandung Timur, kini Putri membutuhkan waktu yang lebih lama daripada sebelumnya. Paling tidak Putri memerlukan waktu sekitar 45 menit untuk sampai di sekolah. Pulang dari sekolah Putri sampai di rumah selepas Ashar, setelah beristirahat sejenak, Putri langsung menunaikan Sholat Ashar.

Putri memanfaatkan waktu setelah Ashar dan Maghrib untuk mengaji dan menambah hafalan, sehingga esok harinya ia sudah siap menyetorkan hafalannya kepada guru Al-Qur’an. Putri sampai saat ini sedang menghafal Juz 28. Setiap hari ia menambah ayat untuk disetorkan. Semangat untuk menghafal pun semakin meningkat. Harapannya, Putri bisa membahagiakan orang tuanya dengan menghafal Al-Qur’an. Diusia yang masih anak-anak ini Putri tergolong anak yang sudah bisa mandiri. Ia tidak perlu diingatkan lagi untuk menghafal, karena ia yakin bahwa itu adalah kebutuhannya. Selain itu, Putri juga kerap membantu orang tuanya, seperti menyapu dan mencuci pakaian.

Dalam hal akademik, Putri juga termasuk anak yang pintar dan bisa bersaing. Perlombaan yang sudah pernah dia ikuti adalah lomba Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ). Putri pernah mengikutinya baik di tingkat sekolah maupun di wilayah tempat dia tinggal. Tidak hanya itu, Putri juga  mendapat juara 2 dalam perlombaan MTQ di wilayah Cibeunying Kidul itu.

Putri sangat berharap bahwa ia ingin diberi kesempatan untuk terus bisa menghafal sampai 30 juz. Ia pun berterima kasih kepada donatur yang selalu mendukungnya, kepada Sekolah yang selama ini menjadi tempat belajar dan mengembangkan bakatnya, juga tentunya kepada Rumah Zakat yang menjembataninya dengan donatur.

Klik Disini untuk kembali ke halaman depan Mading