Tak terasa, mengajar dan membersamai kelas 6 angkatan ke 13 sudah 8 bulan, 3 bulan kedepan mereka akan meninggalkan sekolah.
Ada suka dan duka dalam membersamai kelas 6 ini.
Beberapa moment terbaik di antaranya adalah mereka membuat kejutan di hari guru saat semua sekelas masuk pada jam titiq saat masih PTM bergantian dengan PJJ.
Ternyata malam hari mereka berinisiatif untuk mengadakan kejutan untuk kami di hari guru dengan mengumpulkan uang jajan untuk membeli berbagai macam kue.
Dan yang begitu terharunya, ada siswa putra yang tidak bisa tidur karena ingin cepat-cepat masuk esok harinya, padahal selama ini anak tersebut dikenal dengan anak yang tidak mau masuk sekolah tepat waktu, bahkan saat awal masuk harus di jemput dengan di pangku wali kelas nya untuk masuk kelas. Sungguh mereka sekarang sudah mulai beranjak remaja, mereka sudah merasa senang dan nyaman di sekolah dan kelas.
Dalam kejutaan untuk kami para guru, ada siswa yang membawa inisiatif youghurt jualan orang tuanya buat wali kelas dan teman-teman saat makan kue bersama. Dan hasil iuran tersebut memang mereka agendakan untuk memberi guru-guru 2 nampan besar kue dan 1 kotak brownies wali kelas, 1 kotak lagi di makan bersama teman-temannya. Hari guru suasananya seperti merayakan hari milad.
Saya sebagai wali kelas mereka merasa senang dengan keinginannya mereka berakivitas, mereka antusias saat diberikan tugas kelompok BPJL ( Best Projek Learning ) dimana setiap bulan mereka memiliki produk digital untuk BPJL selama PJJ, mereka juga antusias saat GARDA di lakukan seleksi, setengah kelas mengajukan diri dan 2 orang gugur karena tidak ikut seleksi.
Satu kejadian yang membuat saya tersentuh adalah saat kehilangan HP. Ternyata saat masuk kelas anak-anak bercerita mereka mau iuran untuk membeli HP gantinya. Bahkan beberapa orangtua menghubungi menanyakan perihal HP yang hilang, dan keinginan anak-anak iuran membeli HP bahkan ada gerakan ingin memboikot warung sekitar sekolah tempat hilang HP. Alhamdulillah perhatian yang sungguh indah.
Kekompakan pun mulai terlihat jelas saat akan tampil pentas Kabaya Sunda, ada siswa yang tidak jadi ijin pergi keluar kota dengan orangtuanya karena bentrok dengan acara panggung kabisa bahkan yang lebih hebat nya adalah siswa yang pagi nya demam di sekolah, dia tahan sampai siang tidak pulang dan tidak istirahat di UKS karena ingin mensukseskan acara Kabaya Sunda.
Semoga anak-anak kelas 6 angkatan 13 ini lebih baik lagi dari akhlaq dan prestasi di SMP nanti, dan karakter JUARA terbawa sampai kapanpun. Aamiin ya Rabb, Senang membersamai kalian selama ini.
Senin, 14 Maret 2022
Jumat, 26 November 2021
Menjadi Guru yang Berbahagia di Kelas 2B
Tanggal 24 dan 25 Nopember ini menjadi hari yang istimewa untuk kelas 2B. Mengapa? Karena kelas 2B kebagian solat duha di sekolah.
Ya... Ini kali
pertamanya mereka solat berjamaah di sekolah. Kok, berjamaah? Betul sekali,
solat duha di SD Juara Bandung dilakukan dengan berjamaah dan suaranya
dikeraskan. Semuanya semata-mata sebagai bentuk pembelajaran dan pembiasaan.
Di hari Rabu, ada
Bang Arga yang menjadi imam. Dengan peci UAS warna abunya sesuai dengan celana
seragam yang digunakan, terlihat gagah.
Solat Duha
dilakukan berjamaah dan bacaannya dikeraskan. Bu Ida sebagi walas ditemani Kak
Elma pengajar TiTiQ, membimbing semua bacaannya. Mulai dari takbiratul ihram
sampai akhir doa solat Duha. Panjaaaang... Sampai membutuhkan waktu 30 menit.
Uuhh... Lumayan...
Membuat tenggorokan Bu Ida dan Kak Elma kering.
Selesai solat,
langsung ke kelas.
“Silakan minum”,
Bu Ida yang kehausan pun langsung menyuruh anak-anak minum sekaligus membuka
tutup tempat minumnya dan langsung glek.. glek... glek.
Baru saja duduk,
anak-anak langsung berhamburan ke depan menuju meja Bu Ida dengan membawa
sesuatu. Ya... Mereka memberikan tanda cinta mereka untuk Bu Ida di Hari Guru.
“Selamat Hari
Guru, Bu Ida....” Serempak mereka berucap.
Bu Ida yang baru
selesai minum, terkaget-kaget. Matanya berbinar kemudian mengabur terhalang
oleh genangan yang mulai muncul. Senyum pun terkembang.
“Terima kasih...”
Ditahannya genangan yang sudah hampir jatuh.
“Sini, Bu Ida
ingin peluk.” Anak-anak putri pun dikumpulkan dalam pelukannya. “Ya, Allaah...
Bahagianya....” terucap jauh di lubuk hatinya.
“Maaf, ya... anak
laki-laki tidak Bu Ida peluk, sudah lebih dari 5 tahun.” Begitu ujar Bu Ida.
“Terima kasih
anak-anakku...” Sekali lagi Bu Ida mengungkapkan rasa terima kasihnya.
Kemudian
pembelajaran pun dilakukan seperti biasa. Diawali dengan TiTiQ, masuk kemudian
pembelajaran BSL bersama Bu Sonia. Asyiiik... Karena Bu Sonia itu belajarnya
banyak game.
Selesai
pembelajaran, ada dua orang anak yang akan ujian UMMI, yaitu Kimi dan Ziyan.
Dan ternyata, di
bawah, ada beberapa orang tua kelas 2B yang sudah hadir di sekolah. Ternyata
mereka memberikan kejutan juga untuk sekolah. Ada tanda mata dari para Bunda
yang diberikan oleh ketua POM kelas kepada Pak Tito sebagai kepala sekolah.
Indah... Tersungging senyum di wajah Pak Tito. Dan kembali senyum pun
terkembang di wajah Bu Ida.
Masuk kembali ke
ruang guru, Alhamdulillaah... Kimi dan Ziyan lulus. Senyum pun semakin
terkembang di wajah Bu Ida, sang Wali kelas.
Sampai kemudian
para orang tua dan anak-anak meninggalkan sekolah... Senyum tetap terkembang di
wajah Bu Ida.
Hari Kamis,
bagian kedua untuk solat duha. Bu Ida terdahului oleh beberapa anak yang sangat
bersemangat untuk sekolah. Baru turun dari motor, sudah disambut teriakan dan
salam. Waah... hari ini pasti akan sangat bersemangat.
Anak-anak
menyimpan tas ke kelas, kemudian turun kembali membawa alat solatnya. Mesjid
menjadi tujuan. Berwudu pun dilakukan, karena ternyata banyak yang belum
berwudu di rumah.
Penjelasan
tentang solat duha pun Bu Ida sampaikan, karena memang ini pengalaman perdana
untuk anak-anak. Tak bisa diam di tempat. Kelompok hari Kamis ini lebih heboh
dibanding kelompok hari Rabu kemarin. Teriakan Bu Ida harus lebih keras
dibanding kemarin. Hi..hi..hi...
Ada A Ail yang
menjadi imam. Meskipun badannya paling kecil, tetapi semua teman sepakat A Ail yang menjadi imam karena bacaan dan
hafalan Qurannya paling bagus. Solat duha pun dilaksanakan.
Selesai solat dan
doa, keluar dari mesjid anak-anak berebut. Memakai sepatu membutuhkan waktu
agak lama untuk anak laki-laki. Sementara untuk anak putri, ada yang mengaku
belum bisa melipat mukena. Bu Ida kemudian membimbing untuk melipat mukena
dengan dicontohkan.
Naik ke kelas,
diawali doa kemudian TiTiQ. Karena hari ini pelajaran Bu Ida, jadi untuk waktu
lebih leluasa.
Selesai TiTiQ, Bu
Ida mengajak anak-anak ke bawah menuju gerbang. Ya, yang PTM belajar hari ini
belajar pola bangun ruang. Lingkungan sekolah menjadi media pembelajaran yang
efektif untuk materi ini.
Dari gerbang, Bu
Ida ajak anak-anak ke mesjid. Buka sepatu lagi. Di dalam mesjid kemudian ke
tempat wudu. Keluar, memakai sepatu lagi, dan pergi menuju selasar gedung baru.
Di bawa lagi ke belakang gedung baru.
Waah... banyak
sekali media yang bisa dimanfaatkan. Cape? Lelah? Ya... tapi anak-anak terlihat
senang. Senyum pun terkembang di wajah Bu Ida.
Naik lagi, dan
masuk ke kelas. Kali ini tentu saja pengerjaan tugasnya, tentang pola bangun
ruang. Dari 13 anak yang hadir PTM, 10 orang bisa mengerjakan tugas langsung
betul semua. Hadiah pun Bu Ida berikan sebagai apresiasi. Dan... kembali senyum
pun terkembang di wajah Bu Ida.
Selesai
pembelajaran, ditutup dengan doa.
“Wuihhhh,
lelahnya... Alhamdulillah selesai”, Begitu batin Bu Ida.
“Selamat Hari
Guru Bu Ida...” Tiba-tiba anak-anak kembali berhamburan menuju meja Bu Ida
dengan membawa “karangan bunga”. Bu Ida yang kelelahan, kembali kaget. Bahagia.
“Bu Ida baca
kertas aku, aku buat sendiri”, Ghozi berujar.
Ketas HVS putih
ukuran A4 yang terlipat-lipat itu pun diambil Bu Ida dan kemudian “Bu Ida
Selamat Hari Guru”, isinya dibacakan. Tanpa diperintah, pandangan mengabur
karena genangan air muncul.
“Terima kasih,
anak-anak...”
“Eh, Kak Keela
kenapa?” Spontan Bu Ida berteriak dan beranjak dari tempat duduk ketika melihat
salah satu muridnya masih di kursinya sibuk dengan sesuatu.
“Ini pada copot.
Aku buat ini sama Mamam untuk Bu Ida...” Begitu selorohnya.
Pelukan, itu
jawaban Bu Ida kepada Keela. Dan berbisik, “Terima kasih, Solihah...”
Bu Ida pun bantu
merapikan tanda cinta Keela untuk dirinya itu.
Mmmhhh...
Senyum pun
kembali terkembang di wajah Bu Ida.
Menjadi guru yang
berbahagia di kelas 2B.
Terima kasih
anak-anakku... Terima kasih para Bunda ... Untuk semua rasa cinta, perhatian,
dukungan, partnership juga hadiah-hadiahnya untuk kami para guru.
Love you all...
Kamis, 28 Oktober 2021
Menulis Itu Menyenangkan
Minggu, 30 Agustus 2020
Pembiasaan Anak Anak Kelas 1A
Sabtu, 29 Agustus 2020
Kewalikelasan Online ala Kelas 1
Rabu, 10 April 2019
Classroom Management, Oleh Oleh Pelatihan di SD Gagas Ceria Kota Bandung
Oleh: Eva Liutfiana Sari, M.M.Pd.
Classroom Management (CM) merupakan langkah atau prosedur, agar pembelajaran berjalan dengan efektif.
Tugas utama dari Classroom Management adalah :
- Memfasilitasi proses belajar secara efektif.
- Membangun keteraturan dalam kelas, sehingga proses belajar dapat terjadi, baik secara proaktif maupun reaktif.
Proaktif disini mencakup :
- Menciptakan suasana dan lingkungan belajar.
- Mengelola aktivitas belajar.
Sedangkan yang termasuk pada reaktif, adalah :
- Mengelola misbehavior yang umum terjadi di kelas
- Studi kasus
Dalam Classroom Management, suasana dan lingkungan belajar sangat penting. Oleh karena itu penempatan posisi papan tulis, meja guru, meja siswa, ruang gerak, letak pintu, jendela, dsb sangat perlu untuk diperhatikan.
Psikologis siswa pun, menjadi hal penting yang harus sangat diperhatikan. Untuk mengawali pembelajaran, ada baiknya peserta didik saling bersalaman, saling senyum dengan kontak mata yang baik, serta saling mengapresiasi satu sama lain, untuk meminimalisir bad mood, serta untuk mempererat ikatan batin.
Hal lain yang sangat penting dalam Classroom Management adalah peraturan dan prosedur.
Peraturan digunakan untuk mengatur perilaku. Yang perlu diperhatikan dari peraturan tersebut, adalah :
- Masuk akal dan perlu.
- Jelas dan dimengerti.
- Sesuai dengan tujuan mengajar.
- Jumlahnya tidak banyak.
- Menjelaskan perilaku yang diinginkan.
- Kalimatnya singkat dan spesifik.
- Kalimat positif.
- Gunakan gambar. (Terutama untuk level kecil).
- Libatkan peserta didik dalam membuat peraturan.
Sedangkan prosedur digunakan untuk mengatur rutinitas harian, yang bertujuan untuk mengefektifkan waktu, meminimalkan kebingungan, dan untuk meminimalkan masalah disiplin atau misbehavior.
Semoga paparan mengenai Classroom Management ini, dapat membantu menciptakan pembelajaran yang efektif di kelas kita.
Sumber : Classroom Management Workshop @SD Gagas Ceria
Kamis, 28 Maret 2019
Ikhtiar Meraih Prestasi Berjenjang Tingkat Nasional Melalui Lomba FLS2N 2019
![]() |
| Bilqis (Kelas 4) dalam Lomba Menyenyi |
Bulan Februari dan Maret merupakan bulan dimana siswa dan sisiwi tingkat SD dikota Bandung secara serempak mengikuti berbagai lomba yang berjenjang untuk menuju lomba tingkat nasional. Mulai dari lomba Sapta PAI, Pasanggiri, O2SN, FLS2N, Literasi, dan OSN. Setiap siswa yang mewakili sekolahnya masing-masing akan berlomba terlebih dahulu ditingkat Kecamatan sebagai wakli sekolah, jika menjadi juara maka akan masuk tingkat Kota/Kabupaten sebagai wakil Kecamatan dan seterusnya.
SD Juara Bandung tidak tertinggal berpartisipasi dalam semua kegiatan, dengan mengirim siswa sisiwi yang sudah dipilih dan dilatih oleh guru-guru pembimbing dari internal maupun eksternal. Salah datu kegiatan yang diikuti adalah FLS2N dengan mata lomba yang terdiri dari : gambar cerita, menari, menyanyi solo, pantomin, dan membuat karya anyaman. Walaupun SD Juara Bandung hanya mengikuti tiga mata lomba dari lima mata lomba, yaitu : gambar cerita menari, dan menyanyi solo.
Untuk menyanyi solo diwakili oleh Bilqis (siswi kelas 4), menari diwakili oleh team tari yang terdiri dari Nuha (siswi kelas 5), NInis (siswi kelas 4) dan Raisa (siswi kelas 4). Untuk mata lomba gambar cerita diwakili Alimi Syifa (siswi kelas 5). Persiapan untuk tiga mata lomba tersebut terbantu dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler menyanyi, menari dan menggambar sehingga sisiwi-siswi yang dikirim memang sudah terbina jauh-jauh hari sebelumnya. Tetapi untuk lebih mematangkan dilakukan latihan entensif agar hasilnya lebih baik lagi.
Hasil dari lomba FLS2N tingkat Kecamatan untuk menyanyi di posisi rangking 9, menari diposisi rangking 2 dan gambar cerita di posisi rangking 1. Sehingga Alimi Syifa berhak mewakili Kecamatan Panyileukan untuk mengikuti lomba ditingkat kota Banung.
Alimi Syifa saat ini terus menyiapkan diirnya untuk mengikuti lomba gambar cerita ditingkat kota Bandung, tema gambar yang telah ditetapkan oleh panitia adalah “Membantu Tetangga” terus dilatih oleh Alimi dibawah bimbingan Coach Indah. Setiap Selasa dan Jumat Alimi Syifa mendapatkan jam tambahan untuk berlatih gambar di jam 13.30-14.30. Bukan hal gampang dalam membuat cerita gambar ini karena gambar yang dibuat harus bisa menyampaikan pesan kepada yang melihatnya, selain itu aspek-aspek penilaian yang lain harus diperhatikan secara detail oleh Syifa. Mudah-mudahan prestasi yang diraih Syifa ditingkat Kota bisa mengantarkannya ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Aamiin.
Dari kegiatan FLS2N ini, menunjukkan kepada kita khususnya kami di SD Juara Bandung bahwa prestasi siswa/i bisa diraih tidak saja dibidang akademik dan olaharaga, tapi bisa diraih juga dibidang seni dan budaya. Oleh karena itu pengembangan minat dan bakat siswa/i harus diperhatikan dan difasilitasi secara menyeluruh oleh semua sekolah.
Selasa, 26 Maret 2019
RAIHAN, SANG BINTANG LAPANGAN
Oleh : Nurliya Dwi Primawanti, S.T
Every Child deserves a champion (Rita Pierson). Ya, setiap anak layak dan berhak menjadi juara. Juara di bidang apapun. Dengan jalan dan caranya sendiri. Juara bukanlah melulu berkaitan dengan bidang akademik. Semua anak adalah unik. Mereka membawa bakat dan kelebihan masing-masing dalam dirinya. Mereka bisa menjadi juara di bidang akademik, seni, sosial, spiritual, juga olahraga. Tentunya untuk menjadi juara bukanlah hal yang mudah. Butuh mimpi, usaha, kerja keras yang tanpa henti, dan do’a tentunya.
Raihan Akmal Firdaus, akrab dipanggil Raihan. Sosoknya ramah dan santun. Ia adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Ayah Raihan, Bapak Khasbullah bekerja sebagai buruh. Sementara ibunya, ibu Rohayati adalah seorang ibu rumah tangga. Raihan adalah salah satu anak juara yang juga unik. Ia bersinar dibidang yang dipilihnya sendiri sesuai dengan hobinya. Raihan adalah bintang lapangan SD Juara Bandung.
Raihan sangat suka sekali bermain bola. Setiap hari di sela-sela kegiatan di sekolah maupun di rumah tak pernah lepas bercengkrama dengan si kulit bundar. Seperti sudah mendarah daging, buatnya bermain bola adalah kegiatan yang tidak bisa ia tinggalkan. Di awali dari hobi, akhirnya membuat Raihan mulai berpikir untuk berlatih lebih serius. Di sekolah, ia termasuk dalam tim inti Futsal SD Juara Bandung. Setiap jam ekskul dan olahraga ia berlatih bersama teman-temannya dibawah bimbingan guru dan pelatih ekskul futsal.
Seiring waktu, bakat yang dimiliki Raihan semakin terasah. Alhamdulillah datang tawaran untuk Raihan bergabung dengan salah satu sekolah sepak bola untuk anak, Bandung Pro. Ia mendapat keringanan dalam pembiayaannya. Di Klub tersebut Raihan semakin terampil memainkan si kulit bundar. Berbagai macam kompetisi sudah ia ikuti. Baik bersama tim dari SD Juara Bandung maupun bersama tim Bandung Pro. Dari kejuaraan yang pernah diikutinya, Raihan bersama tim berhasil memperoleh juara. Antara lain Kompetisi futsal di Al-Irsyad Satya Islamic School tahun 2018 mendapat juara II, selain itu pernah juga mengikuti kompetisi futsal di SMP Sains Al-Biruni tahun 2018 dan mendapat juara II.
Seringnya mengikuti kompetisi, membuat beberapa sekolah bola memperhatikan bakat Raihan. Bahkan sempat ada tawaran untuk mengikuti pelatihan sepak bola di Brunei Darussalam, gratis. Namun tawaran ini belum bisa dipenuhi karena belum mendapatkan ijin. Raihan tidak kecewa dan putus asa. Ia terus serius berlatih. Alhamdulillah, kesempatan Raihan untuk mengasah kemampuan sepak bolanya dengan bermain di luar negeri tercapai. Awal Maret 2019 lalu, Raihan beserta Tim Bandung Pro mengikuti “Champion Kuala Lumpur Cup” di Malaysia. Di situ ia bertemu dengan tim sepak bola anak-anak dari berbagai negara. Ada Malaysia, Singapura, Indonesia, Jepang, India. Kerja keras Raihan sebagai Kapten bersama teman-teman satu timnya membuahkan hasil. Mereka berhasil memperoleh juara 1. Pulang kembali ke tanah air dengan membawa harum nama Indonesia. Masyaallah, sungguh luar biasa perjuangannya sampai bisa di titik ini.
Saat pulang dan kembali lagi ke sekolah, Raihan banyak bercerita tentang pengalamannya. Mulai dari rasanya naik pesawat, pergi ke luar negeri, dan tentunya pengalaman seru selama pertandingan, bagaimana ia bersama tim harus berjuang mengalahkan tim sepak bola dari berbagai negara. Dalam 1 hari ia bisa bermain sampai 6 kali pertandingan.
Tak ada jalan yang mudah untuk meraih kesuksesan. Raihan sudah tahu itu. Ia tak kenal lelah untuk berlatih. Bahkan ia menyampaikan bahwa sebentar lagi akan ada kompetisi di Bandung, di mana nanti yang menang akan dikirim ke China. Bismillah, Insyaallah dengan kerja keras dan do’a semoga impiannya terkabul.
Raihan berharap ia bisa menjadi pemain sepak bola profesional. Berprestasi hingga keluar negeri. Ia ingin mengharumkan nama Indonesia, dan yang pasti ia ingin orang tuanya bangga dengan prestasi yang dicapainya. Dengan ijin Allah, Raihan akan semakin bersinar menjadi bintang lapangan sholih yang mendunia seperti halnya pemain bola panutannya Mohamed Salah. Aamiin.
Senin, 28 Januari 2019
Tingkatkan Budaya Membaca Di SD Juara Bandung
Rabu, 23 Januari 2019
Ilma, Calon Penulis Masa Depan
Selasa, 22 Januari 2019
Ekskul Panahan SD Juara Bandung : Antara Sunnah dan Prestasi
Selasa, 30 Oktober 2018
AZMI SANG PENDEKAR SHOLIH
Oleh : Nurliya Dwi Primawanti, ST (Guru Kelas VI SD Juara Bandung)
“Bu, Assalamu’alaikum!”. Setiap pagi jika bertemu selalu menyapa penuh santun. Sosok yang santun itu bernama Muhammad ‘Azmi Ramadhan. Ia biasa disapa Azmi. Azmi adalah anak pertama dari Bapak Ngatrifin dan Ibu Enok Rohayani. Sebagai anak paling besar di keluarganya, Azmi di didik untuk mandiri dan bertanggung jawab. Orang tuanya medidik Azmi agar mampu memberikan contoh yang baik bagi adik-adiknya. Azmi memiliki 2 orang adik, perempuan dan laki-laki. Ayah Azmi bekerja wiraswasta, sedangkan ibunya bekerja sebagai salah satu pengajar di SD Juara Bandung.
Tahun 2015, Azmi masuk ke SD Juara Bandung di kelas 3. Awalnya, Azmi ikut Ekskul menggambar karena ia memang suka menggambar. Saat kelas IV, ia mencoba ikut mendaftar di Ekskul Silat. Setelah di lakukan tes, ternyata Azmi di terima. Awalnya Azmi masuk ekskul silat hanya untuk membekali dirinya dengan ilmu beladiri. Namun siapa sangka, di ekskul inilah akhirnya potensi Azmi tergali dan mendapatkan prestasi yang sangat membanggakan.
Pertama kali Azmi di ikutkan dalam Kejuaraan Nasional Silat JKTC oleh pelatih silatnya di tahun 2016. Itu adalah pengalaman pertama bagi Azmi. Persiapan untuk mengikuti pertandingan dilakukan jauh-jauh hari. Azmi termasuk salah satu atlet silat SD Juara Bandung yang tangguh. Setiap latihan ia selalu hadir, walaupun itu dilakukan di hari libur. Ia selalu berlatih dengan semangat. Bapak Ronny Lesmana Hartono sebagai pelatih silatnya juga menilai bahwa Azmi adalah salah satu atlet yang diandalkan dan punya sikap yang baik. Ia berani, tangguh dan pantang menyerah. Alhamdulillah, di kejuaraan Nasional JKTC ke-6 di tahun 2016 yang merupakan pengalaman pertama buat Azmi, ia dapat meraih medali perak.
Melihat bakat dan kemampuan Azmi dalam olahraga silat, Bapak Ronny selaku pelatih terus mengasah kemampuan Azmi agar lebih berkembang. Alhamdulillah dengan terus berlatih penuh semangat, dan dengan dukungan dari kedua orang tuanya, Azmi terus bisa mengukir prestasi. Di Kejuaraan Silat anatar sekolah se-Kota Bandung yang di selenggarakan oleh SD Bintang Madani tahun 2016, Azmi berhasil meraih medali Emas. Di Kejuaraan Nasional JKTC ke-7 tahun 2017 dan JKTC ke-10 yang baru selesai diselenggarakan di bulan Oktober 2018 ini, Azmi kembali meraih medali emas. Selain aktif di silat, Azmi juga sempat tergabung dalam anggota Dokcil (Dokter Kecil) SD Juara Bandung. Di Klub ini, bersama teman-teman Dokcilnya Azmi pernah mengikuti Program Kolaborasi Antar Bangsa Indonesia-Malaysia yang di selenggarakan di SD Juara Bandung dan meraih Juara 2 kategori Health Explorasion (Cerdas Cermat). Di awal tahun 2018 Azmi juga pernah mengikuti lomba pentas PAI dan meraih Juara 3 lomba Shalat berjama’ah se-Kecamatan Panyileukan, dan Juara 3 lomba Cerita bergambar se-Kecamatan Panyileukan pada acara Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
Saat ini, Azmi sudah duduk di kelas VI. Di kesehariannya Azmi sosok anak yang baik, ramah dan santun. Ia termasuk anak yang mudah bergaul dengan siapa saja. Selain Silat, Azmi juga suka bermain bola, bersepeda dan bermain catur bersama teman-temannya. Di kelas, Azmi juga di kenal rajin dan punya inisiatif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tanpa perlu diminta, ia sering merapihkan kelas di sela-sela istirahatnya. Jika ia melihat hal yang tidak beres/berantakan, dengan sigap ia langsung mau membereskan. Sikap-sikap yang ditunjukkan Azmi di sekolah tentunya tidak terlepas dari pembiasaan-pembiasaan yang diterapkan kedua orangtuanya di rumah. Orangtua Azmi mendidiknya dengan kedisiplinan.
Di rumah, Azmi dibiasakan untuk dilibatkan dalam pekerjaan rumah, seperti membereskan rumah atau menyapu lantai. Saat libur, Ia dibiasakan untuk shalat subuh berjama’ah di masjid. Shalat lima waktu lainnya pun diusahakan untuk dilaksanakan tepat waktu dan berjama’ah di masjid. Untuk Shaum sunah pun orang tuanya mulai memperkenalkan dan mengajak Azmi untuk ikut melaksanakan. Seperti puasa 6 hari di bulan Syawal dan Puasa Arafah, alhamdulillah Azmi sudah ikut melaksanakannya. Penanaman nilai-nilai islam dan ibadah inilah yang bisa menjadikan Azmi sebagai panutan bagi teman-temannya. Untuk pelajaran Tilawah dan Tahfizh Qur’an (TTQ), pencapaian Tilawah Azmi sudah masuk ke Al-Qur’an surat Maryam. Untuk hafalan surat, alhamdulillah Azmi sudah menyelesaikan hafalan surat di Juz 30. Saat ini ia sudah mulai masuk hafalan juz 29. Semoga ia dimudahkan oleh Allah untuk menambah hafalan Al-Qur’annya.
Azmi berharap, ia terus bisa berlatih silat dan meningkatkan kemampuan beladirinya. Ia bercita-cita menjadi atlet silat dan pengusaha yang juga Hafizh Qur’an. Azmi memohon do’a dari semua agar apa yang ia cita-citakan bisa tercapai. Azmi pun berterimakasih kepada donatur dan Sekolah Juara yang sudah memberinya kesempatan untuk belajar dan mengembangkan potensinya.
Jumat, 09 Februari 2018
HARAPAN KECIL SEORANG PUTRI
![]() |
| Khaerunnisa Putriyani |
Putri, begitulah dia akrab disapa oleh teman-teman disekolahnya. Bocah 9 tahun yang memiliki nama asli Khaerunnisa Putriyani ini merupakan anak dari Ibu Lina dan Bapak Darta. Mereka merantau dari Kabupaten Brebes ke Kota Bandung ini sejak putri masih berusia 2 tahun. Bapak Darta tidak mempunyai pekerjaaan tetap, begitu juga dengan Ibu Lina. Mereka bekerja sebagai penjaga kos-kosan mahasiswa di wilayah Cibeunying Kidul. Sejak kecil putri tinggal di salah satu kamar yang luasnya 3x4 meter yang disediakan oleh sang pemilik kontrakan. Bapak darta bertugas sebagai penjaga kebersihan kos-kosan seperti menyapu dan mengepel sedangkan Ibu Lina menyediakan makanan para mahasiswa yang memesan makanan. Inilah penghasilan tambahan mereka yakni menyediakan minuman dan makanan bagi mereka yang memesan.
Klik Disini untuk kembali ke halaman depan Mading

























