Tampilkan postingan dengan label Belajar Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2022

Belajar Dalam Sekolah Kehidupan

Belajar Dalam Sekolah Kehidupan

Anak-anak kelas 5 ini pada umumnya anaknya periang, tidak bisa lama untuk duduk diam dan lebih banyak bergerak. Lebih dari 50 persen siswa kelas 5 Kinestetik, sehingga dalam belajar pun perlu banyak praktek.

Saat awal masuk anak-anak mendapat pendataan untuk pembagian tas dan sepatu. Akan tetapi setelah berjalan beberapa bulan belum ada kabar. Di sisi lain memang ada siswa putra kelas 5 yang sepatu nya sudah menganga yaitu Ali hasan.
Wali kelas berharap saat pengajuan sepatu untuk Ali hasan cepat terealisasi, karena pernah saat Ali hasan latihan upacara mencoba menjadi pengibar bendera sangat terlihat sepatu yang terbelah nya.

Setelah menunggu hampir 3 bulan, sepatu tak kunjung datang. Disisi lain anak-anak putra yang diawali oleh Fazri sering melihat sepatu Ali hasan, dan saat melihatnya Fazri tergerak hatinya. Fazri dan Yazid menyampaikan kepada Kiano, lalu Kiano mengumpulkan semua putra dan akhirnya anak-anak putra bermusyawarah untuk iuran perorang 10.000 selama bulan oktober, dan alhamdulillah tidak menunggu lama sekitar sepekan, terkumpul uang untuk membeli sepatu.

Setelah terkumpul uang untuk membeli sepatu, diberikan kepada Ayubi dengan asumsi ayubi rumah nya dekat dengan pasar. Ayubi dan Yazid juga teman2 memperhatikan ukuran sepatu ali hasan, dan diperkirakan oleh anak-anak ukuran sepatu nya 36, akan tetapi Yazid menyarankan Ayubi untuk membeli ukuran 37 supaya tidak kekelecilan dan bisa terpakai lama.

Akhirnya setelah pulang sekolah Ayubi membeli sendiri sepatu ke pasar, dengan mencari-cari ke berbagai toko akhirnya ayubi mendapat sepatu yang ukuran nya pas dan sesuai dengan dana yang dikumpulkan.

Keesokan hari nya teman2 putra membuat keisengan untuk ali hasan dengan berpura-pura sepatunya di buang katanya udah harus di singkirkan, ternyata dibalik itu anak-anak mengganti dengan sepatu baru, terlihat ali hasan berkaca-kaca terharu atas pemberian teman-teman nya.

Saat bu Ratih menerangkan bahwa hari ini anak-anak telah mendapat pelajaran berharga. Ayubi berceloteh, " Bu ini mah bukan pelajaran cuma iuran. " . Bu Ratih menjawab, " Ini justru pelajaran berharga dalam kehidupan kalian, bagaimana kalian melihat kasus/masalah sehari-hari dan kalian bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah lalu ada eksperimen nya.  Masalah nya adalah sepatu Ali hasan yang menganga, lalu kalian bermusyawarah dan menentukan harus iuran berapa peranak dan lalu kalian menentukan ukuran sepatu dari perbandingan benda yang asli dan aksinya Ayubi membeli sepatu dengan ukuran yang ternyata pas di kaki Ali. Dan Ayubi atas saran Yazid membeli sendiri tanpa ada orangtua yang mengantarnya, itu juga sebuah keberanian dan kepandaian dalam memutuskan suatu aksi."
Anak-anak menggangguk tanda mengerti.

Memang ternyata anak-anak ini perlu ditanamkan bahwa sebenarnya di sekolah itu tidak hanya diharapkan mampu mengerjakan pelajaran tetapi mampu menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari, inilah sekolah kehidupan nyata dan terdekat dari anak-anak, yaitu mampu membuat sesuatu hal menjadi berharga.   Diharapkan kelak setelah dewasa mereka dapat mudah menyelesaikan masalah apapun dengan bijak.  Inilah belajar dalam sekolah kehidupan.




Rabu, 13 April 2022

Permainan lempar Dadu Ala Anak kelas 3

Permainan lempar Dadu Ala Anak kelas 3

Pada kesempatan ini, peserta didik kelas tiga sedang mempelajari materi mengurutkan angka dari terkecil ke terbesar dan sebaliknya. Materinya sebelumnya mereka mempelajari menentukan bilangan sebelum dan sesudah dari sebuah bilangan yang ada.

Untuk melatih kemampuan tersebut, hari ini mereka mengerjakan latihan mengurutkan bilangan sambil bermain. Wah sambil bermain ? benar sambil bermain agar kegiatan pembelajaran seru dan terasa menyenangkan.

Permainan  yang digunakan adalah “lempar dadu”, seperti apa permainannya ? ayo kita simak penjelasannya. Guru menyiapkan tiga dadu dengan ukuran dadu yang cukup besar. Kemudian guru juga menyiapkan lembar kerja yang bergambar ulat, dimana bentuk kepala dan badan ulat tersebut adalah lingkaran-lingkaran sejumlah 7 lingkaran (termasuk kepala ulat).

Bagaimana cara bermainnya ?. Guru melemparkan ketiga dadu, kemudian peserta didik melihat tiga angka yang keluar dari dadu, dan  menyusunnya menjadi bilangan ratusan. Contoh apabila yang kuluar angka enam, tiga dan sembilan. Maka peserta didik memiliki beberapa pilihan untuk menyusunnya menjadi bilangan ratusan. Misalnya  : 639 atau 396 dan sebagainya. Bilangan tersebut ditulis di badan ulat yang berbentuk lingkaran. Bisa pada lingkaran badan ulat yang pertama, kedua dan sebagainya sesuai keingian peserta didik. Tetapi peserta didik harus memiliki strategi agar nanti tersusun bilangan dari ratusan terkecil sampai ke ratusan terbesar sebanyak enam bilangan sesuai lemparan  dadu dari guru yaitu enam lemparan.  

Wah peserta didik terlihat gembira dan semnagat dalam  mengikuti pembelajaran, karena mereka bisa belajar dan berlatih sambil bermain. Merekapun belajar menentukan strategi dalam menempatkan bilangan di badan ulat agar nantinya tersusun bilanagn ratusan terkecil ke terbesa. 

Semoga kegiatan pembelajaran dengan bermain lempar dadu ini memberi pengalaman berharga dan kesan mendalam untuk peserta didik, serta memberi inspirasi kebaikan untuk semua. 

 













Senin, 14 Maret 2022

Siswa Kelas 5 Belajar Komponen Bangun Ruang

Siswa Kelas 5 Belajar Komponen Bangun Ruang



Beberapa waktu yang lalu, peserta didik kelas 5 SD Juara Bandung mempelajari komponen bangun ruang.

Peserta didik diberikan penjelasan mengenai nama bangun, jumlah rusuk, sisi, titik sudut, diagonal sisi, diagonal ruang, dan bidang diagonal bangun ruang tersebut.

Setelah diberi penjelasan, peserta didik dikelompokkan, dan diberikan tugas untuk membuat gambar bangun ruang, dengan menggunakan kertas kokoru dan kertas concord.

Setiap group bekerja sama untuk membuat gambar tersebut.

Dalam pelaksanaannya, terlihat peserta didik sangat antusias saat menggambar, menggunting dan menempel gambar bangun ruang.

Setelah selesai membuat, gambar bangun ruang yang paling baik, diberikan reward









Kamis, 11 November 2021

Anak Kelas 6 Membuat Bangun Ruang Sendiri

Anak Kelas 6 Membuat Bangun Ruang Sendiri


Anak-anak kelas 6  dalam pelajaran matematika mendapat pengetahuan untuk menghitung bangun ruang pada semester ini.  

Agar konsep bangun ruang bisa di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari makan diperlukan  menghitung benda riil yang bisa di buat sendiri. 

Dalam soal AKM yang berbasis numerasi bangun ruang di hadir kan dalam bentuk aplikasi dalam kehidupan sehari-hari mulai dari konsep yang sederhana hingga logika berpikir menggunakan rumus. 

Contohnya adalah menghitung benda di sekitar siswa yaitu kerucut dapat digambarkan oleh topi, tabung bisa digambarkan oleh tempat minum, balok dapat digambarkan oleh tempat menyimpan mainan atau kotak pensil  bahkan bisa menghitung keliling bola dan volume suatu kolam renang dan masih banyak lagi.

Dengan seperti ini siswa lebih mengenali perbedaan konsep bangun datar dengan bangun ruang. 

Dengan mencoba membuat sendiri dan menghitung volume benda tersebut, anak-anak lebih mudah menerapkan rumus suatu matematika karena konsepnya nyata terlihat bentuk aslinya. 

Kita berharap metode seperti ini akan terus mengasah sesuatu benda abstraks yang konseptual nya tertuang kedalam bentuk nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

Mudah-mudahan dengan cara seperti ini , dapat membantu anak-anak memudahkan dalam mengerjakan soal-soal numerasi.







Anak Kelas 2B Corat-Coret Layar Zoom

Anak Kelas 2B Corat-Coret Layar Zoom


Mmh...???
Apa...???
Corat-coret layar waktu zoom, boleh??? Beneran???
Iya, betul!
Eit... tapi ada waktunya....
Begini ceritanya...
Hari Rabu dan Kamis pekan lalu, yang BDR belajar hal yang sama, yaitu mengetahui istilah-istilah bagian-bagian rumah. 
Kalau di hari Rabu, diawali dengan membaca dongeng tentang awan sampah. Anak-anak menyimak dongeng dengan penuh antusias. Setelahnnya Bu Ida bertanya pendapat mereka tentang cerita yang dibacakan. Jijik! Kebanyakan menjawab seperti itu. 
Lalu Bu Ida bertanya bagian rumah mana yang paling kotor. Jawaban anak-anak lucu-lucu, lho! 
Ada yang menjawab; “Tentu saja kamar aku. Nih, banyak plastik !” Sambil memperlihatkan sampah plastik bungkus makanan di layar zoom.

Ada lagi yang menjawab; “Kolong kasur ayah aku.” Bahkan ada yang menjawab; “Kolam renang!” 
Jawaban anak-anak memang jujur. Karena begitulah fitrah anak-anak.
Naah... Kalau di hari Kamis, pembelajaran diawali dengan membaca teks di buku Tema 4. Anak-anak mendengarkan temannya membacakan teks. Setelahnya mereka menyampaikan kosa kata yang belum mereka fahami. Ada langit-langit, ventilasi, dan ultraviolet.  
Anak-anak memang cerdas!

Setelah membahas kosa kata yang ditanyakan, lanjut ke kosa kata bagian-bagian rumah. Langsung masuk ke lembar kerja yang telah disediakan. 
Tapi kali ini istimewa. Buka live worksheet yang dikerjakan per orang, tapi lembar kerja yang dikerjakan bersama. Bu Ida berbagi layar. Di layar terlihatlah kata-kata yang berada dalam baris dan kolom. Tiap anak kemudian diberi satu soal yang harus dicari padanan katanya di lembar kerja tersebut.

Ada padanan kata halaman, bagian atas rumah, selokan atau got kecil, dan lain-lain. Asyik!
Tapi... yang paling asyik adalah... Anak-anak bisa memberikan jawabannya dengan mencoret di layar! 
Ya... Asyik! Selama ini, kan, murid-murid dilarang untuk corat-coret kalau guru sedang berbagi layar di zoom. Kalau ini, malah disuruh!

Ada dua anak yang tidak bisa mencoret, karena mereka menggunakan laptop, yaitu Dania dan Hanin. Tapi kemudian mereka pun ganti perangkat, dengan HP milik bunda-bundanya. Jadi... Bisa deh ikut corat-coret. Bu Ida pun mengijinkan yang sudah bisa menjawab untuk corat-coret, asal di pinggir soal.
Ketika Ziyan mau menjawab, coretannya tidak pas terus. Sampai teman-temannya gemas dan banyak memberikan intruksi. Tapi ternyata, bukan Ziyannya yang tidak tahu jawaban, hanya layar Hpnya harus agak digeser. Alhamdulillah, Ziyan pun bisa menjawab dengan benar.

Jadi... Corat-coret layar waktu zoom, boleh???! Beneran???!
Iya! Boleh! Belajar di kelas 2B... Memang asyik!




Kamis, 04 November 2021

Belajar Bangun Datar Ala Kelas 2A

Belajar Bangun Datar Ala Kelas 2A


Pada hari rabu, kelas 2A melakukan pembelajaran tematik seperti biasa. Sebagian siswa belajar di sekolah kemudian siang harinya sebagian siswa belajar melalui zoom meeting. Tema yang diusung pada pembelajaran kali ini adalah tentang bangun datar. Siswa mengenal contoh bangun ruang dan menjabarkan sisi,sudut serat titik sudut yang ada pada bangun datar. 
Pembelajaran ini sesuai dengan kompetensi dasar yang ada, yaitu Menjelaskan ruas garis dengan menggunakan model konkret bangun datar dan bangun ruang. Pada pertemuan pertama ini,siswa dikenalkan terlebih dahulu dengan berbagai contoh bangun datar yang ada di sekitar. 

Pembelajaran ini menuntut untuk menggunakan media atau model yang konkrit sesuai dengan tahapperkembangan usia siswa. Maka dari itu, media yang digunakan pada pembelajaran kali ini menggunakan barang-barang yang ada di sekitar siswa. Pada pertemuan sebelumnya, siswa dimiinta menyiapkan media pembelajaran berupa layangan, topi wisuda, penggaris segitiga dan ciki piatos. Berbagai pertanyaan pun bermunculan, antara senang dan bingung akan dijadikan apa barang-barang yang dibawa tersebut. 

Pertanyaan mereka terjawab saat pembelajaran dimulai. Diawali dengan penamaan bangun datar, penjelasan tentang sisi, sudut dan titik sudut. Masuklah pada kegiatan inti pembelajaran, setiap siswa diminta untuk menghitung jumlah sisi,sudut dan tittik sudut dari barang-barang yang mereka bawa. Menghitung sisi pada layangan, topi wisuda, penggaris segitiga dan ciki piatos. 

Alhamdulillah kegiatan pembelajaran berlangsung dengan keseruan dan keceriaan dari siswa. “Asik, setelah ini nanti bisa main layangan ya bu?” begitulah komentar salah satu siswa di kelas 2A. Mereka antusias menentukan jumlah sisi,sudut dan titik sudut karena menggunakan media yang anti mainstream. 

Di akhir pembelajaran, beberapa siswa diminta untuk mempresentasikan hasil kerjanya dengan menunjukkan cara menghitungnya. Alhamdulillah keseruan terus berlangsung hingga pembelajaran usai.











Kamis, 12 Agustus 2021

Serba-Serbi Kupu-Kupu Kelas 2A

Serba-Serbi Kupu-Kupu Kelas 2A


Hari Jum'at adalah waktunya belajar SBdP bagi kelas 2A SD Juara Bandung. Kompetensi ang diharapkan muncul dalam pembelajaran ini adalah menyanyikan lagu anak dengan pola irama yang bervariasi dan membuat karya kerajinan melalui kegiatan melipat.

Pembelajaran hari ini diawali dengan mendengarkan lagu berjudul 'kupu-kupu yang lucu'. Peserta didik mendengarkan dan kemudian bernanyi bersama. Melalui lagu ini peserta didik dikenalkan tentang irama.

Setelah bernyanyi bersama, peserta didik menyimak dongeng yang disampaikan oleh guru. Dongeng kali ini berjudul 'kupu-kupu berhati mulia'. Setelah mendengar dongeng, peserta didik mengambil hikmah dari dongeng tersebut.

Pembelajaran diakhiri dengan membuat karya yang berhubungan dengan dongeng. Karya yang dibuat adalah melipat origami menjadi bentuk kupu-kupu. Guru mencontohkan cara melipat kemudian peserta didik bersama sama melipat origami. Keseruan muncul saat beberapa peserta didik mulai merasa kesulitan dalam melipat. Disini, mereka tidak hanya belajar melipat tapi juga belajar bersabar menunggu teman agar selesai bersama. Akhirnya, kupu-kupu cantik beragam warna pun berhasil dibuat dan pembelajaran berakhir menyenangkan.










Minggu, 20 Juni 2021

Serunya Belajar Bahasa Inggris

Serunya Belajar Bahasa Inggris


Pelajaran bahasa Inggris tetap diadakan di SD Juara Bandung meski dalam suasana pandemi covid 19. Sama seperti pelajaran yang lainnya pelajaran Bahasa Inggris dilaksanakan secara daring melalui zoom. Kali ini adalah pelajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak kelas 2.

Tidak seperti biasanya tema pelajaran Bahasa Inggris kali ini memungkinkan anak-anak untuk merasa bosan. Guru berusaha untuk membuat anak-anak tetap merasa senang. Dengan fasilitas filter yang ada di zoom, guru menggunakannya untuk menghibur anak-anak. Tidak hanya itu guru juga mengubah suaranya sesuai dengan filter yang dipakai.

Dengan ini pembelajaran bahasa Inggris terasa cepat dan anak-anak tidak bosan. Bahkan beberapa anak-anak pun mengikutinya ada yang menggunakan filter dengan binatang-binatang yang lain. Materi pembelajaran pun tersampaikan dengan baik dan anak-anak tetap merasa senang.