Tampilkan postingan dengan label Amanat Pembina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amanat Pembina. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 April 2021

Dream Big Be Courageous

Dream Big Be Courageous


Beberapa waktu yang lalu, peserta didik kelas 5 dan 6, kedatangan guru tamu, seorang dosen Universitas Perjuangan.

Guru tamu tersebut bernama Miss Pipit. Nama lengkapnya Pipit Prihartanti Soeharto, MA. Beliau diundang, untuk memberikan motivasi kepada peserta didik kelas 5 dan 6, agar memiliki cita-cita yang tinggi.
Berani bermimpi untuk bersekolah tinggi, tanpa khawatir akan biaya.

Miss Pipit ini ketika masih menjadi guru di SD Juara Cimahi, mendapatkan beasiswa untuk belajar di Jepang selama 2 tahun. Setelah itu, kembali ke Indonesia dan mendapat beasiswa S2 di Universitas Warwick, UK. 

Dalam paparannya, Miss Pipit menceritakan bagaimana serunya tinggal di luar negeri, cara beradaptasi dengan budaya lain, serba serbi tentang mencari beasiswa, tips belajar Bahasa Inggris, dan pesan bagi yang ingin mencari sekolah dan mencari beasiswa.

Setelah pemaparan selesai, berlangsung sesi tanya jawab. Peserta didik terlihat sangat antusias, dan bersemangat dari awal hingga akhir sesi.

Rabu, 10 April 2019

Classroom Management, Oleh Oleh Pelatihan di SD Gagas Ceria Kota Bandung

Classroom Management, Oleh Oleh Pelatihan di SD Gagas Ceria Kota Bandung


Oleh: Eva Liutfiana Sari, M.M.Pd.

Classroom Management (CM) merupakan langkah atau prosedur, agar pembelajaran berjalan dengan efektif.

Tugas utama dari Classroom Management adalah :
- Memfasilitasi proses belajar secara efektif.

- Membangun keteraturan dalam kelas, sehingga proses belajar dapat terjadi, baik secara proaktif maupun reaktif.

Proaktif disini mencakup :
- Menciptakan suasana dan lingkungan belajar.
- Mengelola aktivitas belajar.
Sedangkan yang termasuk pada reaktif, adalah :
- Mengelola misbehavior yang umum terjadi di kelas
- Studi kasus

Dalam Classroom Management, suasana dan lingkungan belajar sangat penting. Oleh karena itu penempatan posisi papan tulis, meja guru, meja siswa, ruang gerak, letak pintu, jendela, dsb sangat perlu untuk diperhatikan.

Psikologis siswa pun, menjadi hal penting yang harus sangat diperhatikan. Untuk mengawali pembelajaran, ada baiknya peserta didik saling bersalaman, saling senyum dengan kontak mata yang baik, serta saling mengapresiasi satu sama lain, untuk meminimalisir bad mood, serta untuk mempererat ikatan batin.

Hal lain yang sangat penting dalam Classroom Management adalah peraturan dan prosedur.

Peraturan digunakan untuk mengatur perilaku. Yang perlu diperhatikan dari peraturan tersebut, adalah :
- Masuk akal dan perlu.
- Jelas dan dimengerti.
- Sesuai dengan tujuan mengajar.
- Jumlahnya tidak banyak.
- Menjelaskan perilaku yang diinginkan.
- Kalimatnya singkat dan spesifik.
- Kalimat positif.
- Gunakan gambar. (Terutama untuk level kecil).
- Libatkan peserta didik dalam membuat peraturan.

Sedangkan prosedur digunakan untuk mengatur rutinitas harian, yang bertujuan untuk mengefektifkan waktu, meminimalkan kebingungan, dan untuk meminimalkan masalah disiplin atau misbehavior.

Semoga paparan mengenai Classroom Management ini, dapat membantu menciptakan pembelajaran yang efektif di kelas kita.

Sumber : Classroom Management Workshop @SD Gagas Ceria






Kamis, 28 Maret 2019

Ikhtiar Meraih Prestasi Berjenjang Tingkat Nasional  Melalui Lomba FLS2N 2019

Ikhtiar Meraih Prestasi Berjenjang Tingkat Nasional Melalui Lomba FLS2N 2019

Bilqis (Kelas 4) dalam Lomba Menyenyi
Oleh : Ronny Lesmana Hartono, S.Pd.

Bulan Februari dan Maret merupakan bulan dimana siswa dan sisiwi tingkat SD dikota Bandung secara serempak mengikuti berbagai lomba yang berjenjang untuk menuju lomba tingkat nasional. Mulai dari lomba Sapta PAI, Pasanggiri, O2SN, FLS2N, Literasi, dan OSN. Setiap siswa yang mewakili sekolahnya masing-masing akan berlomba terlebih dahulu ditingkat Kecamatan sebagai wakli sekolah, jika menjadi juara maka akan masuk tingkat Kota/Kabupaten sebagai wakil Kecamatan dan seterusnya.

SD Juara Bandung tidak tertinggal berpartisipasi dalam semua kegiatan, dengan mengirim siswa sisiwi yang sudah dipilih dan dilatih oleh guru-guru pembimbing dari internal maupun  eksternal. Salah datu kegiatan yang diikuti adalah FLS2N dengan mata lomba yang terdiri dari : gambar cerita, menari, menyanyi solo, pantomin, dan membuat karya anyaman. Walaupun SD Juara Bandung hanya mengikuti tiga mata lomba dari lima mata lomba, yaitu : gambar cerita menari, dan menyanyi solo.

Untuk menyanyi solo diwakili oleh Bilqis (siswi kelas 4), menari diwakili oleh team tari yang terdiri dari Nuha (siswi kelas 5), NInis (siswi kelas 4) dan Raisa (siswi kelas 4). Untuk mata lomba gambar cerita diwakili Alimi Syifa (siswi kelas 5). Persiapan untuk tiga mata lomba tersebut terbantu dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler menyanyi, menari dan menggambar sehingga sisiwi-siswi yang dikirim memang sudah terbina jauh-jauh hari sebelumnya. Tetapi untuk lebih mematangkan dilakukan latihan entensif agar hasilnya lebih baik lagi.

Hasil dari lomba FLS2N tingkat Kecamatan untuk menyanyi di posisi rangking 9, menari diposisi rangking 2 dan gambar cerita di posisi rangking 1. Sehingga Alimi Syifa berhak mewakili Kecamatan Panyileukan untuk mengikuti lomba ditingkat kota Banung.

Alimi Syifa saat ini terus menyiapkan diirnya untuk mengikuti lomba gambar cerita ditingkat kota Bandung, tema gambar yang telah ditetapkan oleh panitia adalah “Membantu Tetangga” terus dilatih oleh Alimi dibawah bimbingan Coach Indah. Setiap Selasa dan Jumat Alimi Syifa mendapatkan jam tambahan untuk berlatih gambar di jam 13.30-14.30. Bukan hal gampang dalam membuat cerita gambar ini karena gambar yang dibuat harus bisa menyampaikan pesan kepada yang melihatnya, selain itu aspek-aspek penilaian yang lain harus diperhatikan secara detail oleh Syifa. Mudah-mudahan prestasi yang diraih Syifa ditingkat Kota bisa mengantarkannya ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Aamiin.

Dari kegiatan FLS2N ini, menunjukkan kepada kita khususnya kami di SD Juara Bandung bahwa prestasi siswa/i bisa diraih tidak saja dibidang akademik dan olaharaga, tapi bisa diraih juga dibidang seni dan budaya. Oleh karena itu pengembangan minat dan bakat siswa/i harus diperhatikan dan difasilitasi secara menyeluruh oleh semua sekolah.

Senin, 22 Oktober 2018

Siswa SD Juara Bandung  Belajar Ketangguhan dari  Seorang Pencari Kayu Bakar

Siswa SD Juara Bandung Belajar Ketangguhan dari Seorang Pencari Kayu Bakar

Pemimpin upacara menyiapkan pasukan

Senin (22/10) seperti biasa SD Juara Bandung menyelenggarakan  upacara bendera. Bertindak selaku pembina upacara kali ini adalah bapak Achmad Ghozali. Bapak Ali itulah sapaan sehari-hari beliau. Kali ini Bapak Ali bercerita tentang kisah seorang pencari kayu bakar. Kisah ini mempuanyai hikmah yakni perihal ketangguhan sesuai dengan tujuan pembelajaran SD Juara Bandung yakni menjadikan pemimpin bangsa yang tangguh.

Kisah yang dibawakan oleh Bapak Ali adalh kisah nyata yang terjadi di salah satu desa di Kabupaten Cirebon. Di sebuah hutan tinggalah sebuah keluarga pencari kayu bakar. Disana hanya ada 1 rumah dan 1 surau (mushola). Namun dalam mushola tersebut terdapat foto anak yang sedang memakai toga sarjana. Ternyata itu adalah anak dari pencari kayu bakar yang sudah menyelesaikan kuliahnya. Dari kisah ini Bapak Ali berpesan kepada peserta didik agar menumbuhkan sipak tangguh dalam diri mereka.

Contoh yang diberikan oleh pencari kayu bakar tersebut adalah, dia sangat yakin bahwa anaknya bisa sekolah sampai sarjana. Dan yang dicontohkan oleh anaknya adalah, dia terus berusaha dan untuk bisa lulus kuliah. Dia menerjang jalan curam setiap pergi dan pulang sekolah. Hidup dirumah tanpa listrik juga bisa bertahan sampai lulus kuliah. “jadi, kita harus bisa lebih tangguh dari anak itu. Karena kita sudah mendapatkan fasilitas yang lengkap” ujar Bapak Ali.

 

Senin, 15 Oktober 2018

Belajar Ketangguhan dari Thomas Alva Edison

Belajar Ketangguhan dari Thomas Alva Edison

pasukan khusus petugas upacara
Senin (15/10) cuaca di SD Juara Bandung sangat cerah. Pelaksanaan Upacara Bendera berjalan dengan tertib dan lancar. Upacara kali ini dipimpin langsung oleh ketua pasukan khusus. Bertindak selaku pembina upacara yaitu Ibu Luthfiyatul Hakim, S.E.Sy. Ibu Upi bercerita tentang Thomas Alva Edison.

Kisah Thomas Alva Edison yang diceritakan oleh Ibu Upi ini terdapat pelajaran yang bisa diambil oleh para peserta didik. Ibu Upi bercerita mulai dari masa kecil Thomas hingga memiliki banyak hak paten atas penemuannya. Thomas yang tidak tamat sekolah SD ini kemudian melanjutkan belajarnya di rumah bersama ibunya. Meski ada gangguan pada pendengarannya, tidak membuat Thomas berhenti berkarya. Hobinya yang suka membuat percobaan membawanya pada penemuan yang terkenal yakni bola lampu.

Thomas Alva Edison telah mengalami kegagalan sebanyak ribuan kali sampai akhirnya bisa menciptakan penemuan yang sampai saat ini kita nikmati. Sikap tangguh dalam kisah Thomas ini menjadi inspirasi bagi para peserta didik. “Jadi, kalau kita gagal, jangan langsung menyerah, kita harus terus berusaha sampai berhasil” pungkas Ibu Upi dalam amanat pembina upacara kali ini.